Kerajinan Tangan Archives - Pemerintah Kabupaten Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/category/berita/kerajinan-tangan/ Purbalingga Baru Thu, 12 Feb 2026 06:54:12 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://www.purbalinggakab.go.id/wp-content/uploads/2017/02/cropped-logo_pbg-32x32.png Kerajinan Tangan Archives - Pemerintah Kabupaten Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/category/berita/kerajinan-tangan/ 32 32 Pemkab Purbalingga Manfaatkan Produk Warga Binaan Rutan untuk Sarana Kebersihan Taman https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-manfaatkan-produk-warga-binaan-rutan-untuk-sarana-kebersihan-taman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemkab-purbalingga-manfaatkan-produk-warga-binaan-rutan-untuk-sarana-kebersihan-taman&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemkab-purbalingga-manfaatkan-produk-warga-binaan-rutan-untuk-sarana-kebersihan-taman https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-manfaatkan-produk-warga-binaan-rutan-untuk-sarana-kebersihan-taman/#respond Thu, 12 Feb 2026 06:52:50 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=37086 PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendukung program pembinaan Rumah Tahanan (Rutan) Purbalingga dengan memanfaatkan produk kerajinan karya warga binaan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLH PKP), perlengkapan kebersihan seperti keranjang sampah dan pengki dibeli untuk menunjang sarana kebersihan di sejumlah fasilitas publik. Perlengkapan tersebut rencananya akan ditempatkan di sejumlah taman di […]

The post Pemkab Purbalingga Manfaatkan Produk Warga Binaan Rutan untuk Sarana Kebersihan Taman appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendukung program pembinaan Rumah Tahanan (Rutan) Purbalingga dengan memanfaatkan produk kerajinan karya warga binaan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLH PKP), perlengkapan kebersihan seperti keranjang sampah dan pengki dibeli untuk menunjang sarana kebersihan di sejumlah fasilitas publik.

Perlengkapan tersebut rencananya akan ditempatkan di sejumlah taman di Purbalingga. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pemanfaatan produk ini turut memperluas pemasaran hasil karya warga binaan.

“Produk ini akan digunakan sebagai tempat sampah di taman-taman Purbalingga. Harapannya dapat membantu memperluas pemasaran hasil karya warga binaan,” kata Perwakilan DLH PKP Purbalingga, Imam Supardi.

Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Purbalingga, Yoan, menjelaskan bahwa berbagai produk yang dimanfaatkan DLH merupakan hasil program pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Melalui pelatihan kerajinan bambu, mereka mampu menghasilkan beragam perlengkapan kebersihan seperti tempat sampah, pengki, sapu lidi, dan sapu glagah.

“Pelatihan ini kami berikan sebagai bekal agar warga binaan bisa berkarya dan memiliki keterampilan saat kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Pada tahap ini, Rutan menyalurkan 36 unit tempat sampah dan 60 pengki kepada DLH PKP. Yoan menambahkan, hasil penjualan produk juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan karena mereka menerima premi atas pekerjaan tersebut.

“Mereka bekerja dan mendapatkan hasil. Harapannya setelah keluar dari Rutan Purbalingga, keterampilan ini bisa menjadi peluang usaha bagi mereka,” katanya.

Pemasaran produk warga binaan juga terus diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya pemerintah daerah, Organisasi Pasar Segamas, dan Perumda Owabong. Rutan Purbalingga turut memanfaatkan kanal digital seperti marketplace, Instagram, dan TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Masyarakat yang ingin membeli produk tersebut dapat memesan melalui media sosial resmi Rutan Purbalingga atau datang langsung ke rutan.

Upaya ini diharapkan membuat produk hasil pembinaan Rutan Purbalingga semakin dikenal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan, serta menjadi bekal keterampilan saat mereka kembali ke masyarakat. (dhs/Kominfo)

The post Pemkab Purbalingga Manfaatkan Produk Warga Binaan Rutan untuk Sarana Kebersihan Taman appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-manfaatkan-produk-warga-binaan-rutan-untuk-sarana-kebersihan-taman/feed/ 0
Kompetisi Produk Unggulan, Upaya Purbalingga Hadirkan Ikon Oleh-oleh Khas Daerah https://www.purbalinggakab.go.id/kompetisi-produk-unggulan-upaya-purbalingga-hadirkan-ikon-oleh-oleh-khas-daerah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kompetisi-produk-unggulan-upaya-purbalingga-hadirkan-ikon-oleh-oleh-khas-daerah&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kompetisi-produk-unggulan-upaya-purbalingga-hadirkan-ikon-oleh-oleh-khas-daerah https://www.purbalinggakab.go.id/kompetisi-produk-unggulan-upaya-purbalingga-hadirkan-ikon-oleh-oleh-khas-daerah/#respond Tue, 26 Aug 2025 08:41:55 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=34677 PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar Final Kompetisi Produk Unggulan Daerah (KPUD) Tahun 2025 di Pendopo Dipokusumo, Selasa (26/8/2025). Ajang ini merupakan inisiatif yang digagas oleh Anggota DPR RI Rofik Hananto bersama Pemerintah Kabupaten Purbalingga, sebagai upaya untuk mencari sekaligus membina produk kuliner olahan yang berpotensi menjadi ikon oleh-oleh khas Purbalingga. Kepala Bagian Perekonomian […]

The post Kompetisi Produk Unggulan, Upaya Purbalingga Hadirkan Ikon Oleh-oleh Khas Daerah appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar Final Kompetisi Produk Unggulan Daerah (KPUD) Tahun 2025 di Pendopo Dipokusumo, Selasa (26/8/2025). Ajang ini merupakan inisiatif yang digagas oleh Anggota DPR RI Rofik Hananto bersama Pemerintah Kabupaten Purbalingga, sebagai upaya untuk mencari sekaligus membina produk kuliner olahan yang berpotensi menjadi ikon oleh-oleh khas Purbalingga.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Purbalingga, Gunanto Eko Saputro atau akrab disapa Igun, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kompetisi perdana yang digelar di Purbalingga.

“Selama ini Purbalingga masih jarang memiliki kuliner olahan khas. Wisatawan sering kesulitan mencari oleh-oleh. Melalui KPUD ini, kita mencari dan mengkompetisikan produk unggulan daerah untuk bisa menjadi identitas oleh-oleh Purbalingga,” katanya.

Igun menambahkan, KPUD terbagi dalam dua kategori. Pertama, Inovatif Award, yaitu penghargaan bagi penggagas ide produk olahan terbaik yang ditujukan untuk UMKM pemula atau masyarakat yang belum memiliki usaha. “Finalis Inovatif Award dikurasi mulai dari tingkat kecamatan, dari 18 kecamatan masing-masing mengirimkan tiga produk terbaik,” jelasnya.

Kategori kedua yakni Brand Award, penghargaan bagi UMKM yang telah eksis dengan brand kuliner oleh-oleh mereka. “Hari ini ada 22 finalis yang bersaing dalam Brand Award. Kedua kategori ini pada akhirnya bertujuan sama, yakni melahirkan oleh-oleh khas Purbalingga,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Pemkab Purbalingga akan memfasilitasi hasil kompetisi ini melalui toko oleh-oleh khas yang bekerjasama dengan OWABONG. “Pemenang maupun peserta finalis berkesempatan dipasarkan di toko oleh-oleh khas Purbalingga,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Purbalingga, Syahzani Fahmi M. Hanif, menekankan bahwa KPUD bukan sekadar lomba, melainkan upaya berkelanjutan dalam membina pelaku UMKM. “Dari kompetisi ini akan ada penghargaan sekaligus pembinaan langsung dari perangkat daerah terkait. Harapannya, UMKM potensial ini bisa terus didampingi, baik dari sisi pemasaran, digitalisasi, maupun penempatan produk di pusat oleh-oleh,” ungkapnya.

Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta. “Menjadi finalis saja sudah merupakan pencapaian luar biasa. Saya ucapkan selamat kepada para finalis dan semoga siapapun yang menjadi juara tetap konsisten berkarya dan berinovasi,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan untuk mendorong kemajuan produk lokal. “Kompetisi ini diharapkan memotivasi UMKM dan IKM agar produk mereka tidak hanya dipasarkan di lokal, tapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Mari kita jadikan KPUD sebagai momentum nyata dalam mewujudkan Purbalingga yang lebih berdaya saing, kreatif, dan sejahtera,” tambahnya.

Dalam KPUD 2025, produk yang dilombakan meliputi makanan ringan kering, makanan basah dengan daya simpan tertentu, produk frozen baik camilan maupun lauk olahan, serta minuman. Penilaian dilakukan berdasarkan cita rasa, kemasan, dan penggunaan bahan baku.

Final KPUD 2025 menetapkan para juara dari dua kategori yang dilombakan. Untuk Kategori Inovatif Award, Juara 1 diraih oleh Muldiasih dari Kecamatan Kutasari dengan produk Keripik Kulit Pisang. Juara 2 diraih oleh Astuti dari Kecamatan Pengadegan dengan produk Permen Pisang, sementara Juara 3 dimenangkan oleh Suwitno dari Kecamatan Mrebet dengan produk Onde-onde Mini.

Sedangkan pada Kategori Perwira Brand Award, Juara 1 berhasil diraih oleh Bunga Palm milik Aris Yunantoro, Juara 2 diraih oleh Elfath milik Asep Hidayat, dan Juara 3 dimenangkan oleh Nanas.Q milik Ngudiono. (dhs/Kominfo)

The post Kompetisi Produk Unggulan, Upaya Purbalingga Hadirkan Ikon Oleh-oleh Khas Daerah appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/kompetisi-produk-unggulan-upaya-purbalingga-hadirkan-ikon-oleh-oleh-khas-daerah/feed/ 0
Pemkab Purbalingga Dorong UMKM Batik Masuk Industri Fashion Siap Pakai https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-dorong-umkm-batik-masuk-industri-fashion-siap-pakai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemkab-purbalingga-dorong-umkm-batik-masuk-industri-fashion-siap-pakai&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemkab-purbalingga-dorong-umkm-batik-masuk-industri-fashion-siap-pakai https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-dorong-umkm-batik-masuk-industri-fashion-siap-pakai/#respond Fri, 13 Jun 2025 07:56:02 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=33985 PURBALINGGA INFO — Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi industri kreatif lokal, khususnya di sektor batik dan fesyen. Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemkab Purbalingga menggelar pelatihan dan pendampingan bagi para pengrajin batik dan desainer lokal guna meningkatkan daya saing Batik Purbalingga, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga pasar […]

The post Pemkab Purbalingga Dorong UMKM Batik Masuk Industri Fashion Siap Pakai appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA INFO — Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi industri kreatif lokal, khususnya di sektor batik dan fesyen. Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemkab Purbalingga menggelar pelatihan dan pendampingan bagi para pengrajin batik dan desainer lokal guna meningkatkan daya saing Batik Purbalingga, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga pasar internasional.

Program ini bekerja sama dengan LF Fashion Consultant dan didukung oleh PT HM Sampoerna Tbk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) “Sampoerna untuk Indonesia”. Pelatihan yang berlangsung di SMK Bojongsari ini menghadirkan perancang busana nasional sekaligus Vice Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), Lisa Fitria, sebagai mentor utama.

Lisa mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya. “Ada dua pelatihan, yaitu pengembangan motif batik Sudirman yang berbasis kontemporer khas Purbalingga, dan satu lagi adalah Fashion Ready to Wear Inkubator. Nah, tahun ini kami lanjutkan dan lebih menekankan pada output berupa busana siap pakai berbasis sustainable fashion,” jelasnya saat ditemui di sela pelatihan, Jumat (13/6/25).

Menurut Lisa, pendekatan yang digunakan dalam pelatihan kali ini berbeda dari biasanya karena peserta diajarkan metode batik pola. “Metodenya adalah mendesain dulu busananya, baru kemudian membuat batiknya. Jadi lebih efisien, harganya bisa ditekan, dan daya jualnya jadi lebih kompetitif. Harapannya, konsumen bisa mendapatkan batik tulis dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Selain menekankan pada konsep keberlanjutan, pelatihan ini juga mengedepankan aspek keterampilan tangan atau craftsmanship. Peserta diajak memanfaatkan limbah kain atau sisa perca sebagai bahan aplikasi seperti smock, bunga, hingga ulir benang pada busana. “Biasanya busana dijual di harga Rp300 ribuan, tapi dengan sentuhan craftsmanship, nilainya bisa naik dua kali lipat,” kata Lisa.

Lisa juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi dalam proses pengembangan motif batik agar tetap memiliki identitas lokal yang kuat meski diarahkan pada pasar yang lebih luas. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM untuk tetap kreatif tanpa kehilangan akar budaya mereka.

“Kita pengin memberikan pengetahuan dan pelatihan untuk teman-teman UMKM di Kabupaten Purbalingga untuk menciptakan motif-motif batik Purbalingga yang tetap memegang filosofis atau pakem-pakem khas Purbalingga, tapi didesain secara kontemporer agar bisa diterima pasar lokal maupun internasional,” tambah Lisa.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 pembatik dan 22 desainer lokal yang tergabung dalam Asosiasi Fashion Desainer Purbalingga (Afdega), serta siswa SMK jurusan tata busana dan beberapa desainer independen. Lisa menekankan bahwa penting bagi generasi muda untuk memahami proses dari mendesain hingga menjadi produk, termasuk membangun mindset bisnis agar dapat menghasilkan produk berkualitas.

“Mindset-nya harus ke pasar nasional bahkan internasional, bukan hanya Purbalingga. Tapi tetap harus membawa ciri khas lokal, terutama dari motif-motif batiknya,” tambahnya.

Salah satu peserta, Shafira Zahrasani Amalia, yang merupakan desainer muda dari Afdega, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. “Saya punya usaha konveksi di rumah, baru jalan setahun. Pelatihan ini sangat menambah wawasan saya, terutama soal tren fashion ke depan. Sekarang kan fast fashion lagi marak dan menimbulkan banyak limbah. Dengan konsep slow fashion ini, kita bisa ikut menanggulanginya,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Purbalingga berharap Batik Purbalingga tidak hanya dikenal sebagai produk tradisional, tetapi juga mampu tampil modern, fungsional, dan ramah lingkungan sehingga memiliki daya saing tinggi di kancah global. (dhs/Kominfo)

The post Pemkab Purbalingga Dorong UMKM Batik Masuk Industri Fashion Siap Pakai appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-dorong-umkm-batik-masuk-industri-fashion-siap-pakai/feed/ 0
Pemkab Purbalingga dan Sampoerna Perkuat UMKM Batik Lewat Program Pendampingan Lanjutan https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-dan-sampoerna-perkuat-umkm-batik-lewat-program-pendampingan-lanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemkab-purbalingga-dan-sampoerna-perkuat-umkm-batik-lewat-program-pendampingan-lanjutan&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemkab-purbalingga-dan-sampoerna-perkuat-umkm-batik-lewat-program-pendampingan-lanjutan https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-dan-sampoerna-perkuat-umkm-batik-lewat-program-pendampingan-lanjutan/#respond Fri, 23 May 2025 10:04:44 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=33794 PURBALINGGA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kriya dan fesyen. Melalui kerja sama strategis dengan PT HM Sampoerna Tbk melalui program Sampoerna Untuk Indonesia, pendampingan lanjutan diberikan kepada pengrajin batik dan desainer lokal untuk meningkatkan daya saing Batik Purbalingga di tingkat nasional […]

The post Pemkab Purbalingga dan Sampoerna Perkuat UMKM Batik Lewat Program Pendampingan Lanjutan appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kriya dan fesyen. Melalui kerja sama strategis dengan PT HM Sampoerna Tbk melalui program Sampoerna Untuk Indonesia, pendampingan lanjutan diberikan kepada pengrajin batik dan desainer lokal untuk meningkatkan daya saing Batik Purbalingga di tingkat nasional hingga internasional.

Program ini diinisiasi bersama Impala Network, LF Fashion Consultant, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Purbalingga. Fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas SDM serta menciptakan identitas visual batik khas Purbalingga yang siap bersaing di pasar global.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Purbalingga dalam membina UMKM agar mampu naik kelas, tidak hanya dalam hal produksi, tapi juga dari sisi desain dan pemasarannya,” ujar Ketua Dekranasda Kabupaten Purbalingga, Syahzani Syasya Tsania, yang juga istri Bupati Purbalingga.

Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek teknis dan strategis, seperti Webinar Fashion Trend Forecasting 2025/2026, pelatihan Product Development busana siap pakai (ready to wear), pengembangan motif Soedirman sebagai identitas Batik Purbalingga, serta pelatihan olah tekstil dan pola desain untuk produk fesyen berbasis batik.

Desainer senior yang juga Wakil Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC), Lisa Fitria, didapuk menjadi mentor utama dalam program ini. Berpengalaman lebih dari 25 tahun di industri fesyen, Lisa memberikan pendampingan langsung kepada para pengrajin dan desainer melalui berbagai sesi pelatihan intensif.

“Kami ingin agar pelaku UMKM di Purbalingga tidak lagi terpaku hanya pada produksi kain batik, tetapi juga mampu menciptakan lini busana siap pakai yang menjadikan batik sebagai elemen utama. Ini membuka potensi baru sebagai unit bisnis yang berkelanjutan,” ujar Lisa Fitria.

Program ini merupakan lanjutan dari pendampingan yang dimulai sejak 2024. Pada tahap awal, para peserta berhasil menciptakan koleksi busana batik yang ditampilkan dalam event “Fashion in The Cave” di Goa Lawa Purbalingga yang menjadi perhatian nasional karena konsepnya yang unik.

Menurut Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga, Gunanto Eko Saputro, pendampingan ini juga menjadi bentuk transfer ilmu dari mentor berkelas nasional kepada pelaku usaha lokal. “Kami ingin UMKM Purbalingga mendapatkan pengalaman langsung dari ahlinya, agar ke depan produk kita bisa bersaing di berbagai ajang pameran, baik dalam maupun luar negeri,” tuturnya.

Sampoerna melalui program CSR Sampoerna Untuk Indonesia menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk nyata dukungan sektor swasta terhadap pertumbuhan UMKM daerah. Pihaknya percaya, kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan kunci untuk penguatan ekosistem UMKM yang berkelanjutan.

Selain itu Syahzani menambahkan, ke depan Pemkab Purbalingga menargetkan terbentuknya brand bersama yang menjadi identitas kolektif produk fesyen dan batik daerah. “Jika batik kita sudah punya identitas dan kualitas yang kuat, maka akan lebih mudah menembus pasar pameran dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas dalam mengembangkan potensi daerah. Dengan pendampingan berkelanjutan, Batik Purbalingga diharapkan mampu menjadi simbol budaya lokal yang bernilai ekonomi tinggi. (GIN/Kominfo)

The post Pemkab Purbalingga dan Sampoerna Perkuat UMKM Batik Lewat Program Pendampingan Lanjutan appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/pemkab-purbalingga-dan-sampoerna-perkuat-umkm-batik-lewat-program-pendampingan-lanjutan/feed/ 0
Temui desainer nasional, ketua dekranasda siap kembangkan identitas batik Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/temui-desainer-nasional-ketua-dekranasda-siap-kembangkan-identitas-batik-purbalingga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=temui-desainer-nasional-ketua-dekranasda-siap-kembangkan-identitas-batik-purbalingga&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=temui-desainer-nasional-ketua-dekranasda-siap-kembangkan-identitas-batik-purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/temui-desainer-nasional-ketua-dekranasda-siap-kembangkan-identitas-batik-purbalingga/#respond Thu, 22 May 2025 09:09:25 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=33754 PURBALINGGA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M Hanif menjamu desainer nasional (Lisa Fitria) dan pengurus Dekranasda Jawa Tengah (Siti Kholifah) yang akan menjadi narasumber pada pelatihan Desain Batik Pola Soedirman untuk UMKM. Pertemuan yang berlangsung di rumah dinas Bupati tersebut dihadiri Wakil Ketua Dekranasda, Kepala Dinkominfo, Kepala DinkopUKM, Kepala […]

The post Temui desainer nasional, ketua dekranasda siap kembangkan identitas batik Purbalingga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M Hanif menjamu desainer nasional (Lisa Fitria) dan pengurus Dekranasda Jawa Tengah (Siti Kholifah) yang akan menjadi narasumber pada pelatihan Desain Batik Pola Soedirman untuk UMKM.

Pertemuan yang berlangsung di rumah dinas Bupati tersebut dihadiri Wakil Ketua Dekranasda, Kepala Dinkominfo, Kepala DinkopUKM, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Rabu (21/5/2025)

“Terikasih sudah hadir untuk dapat mengawal para perajin batik sehingga dapat naik kelas, Kegiatan ini kan lanjutan dari tahun lalu semoga yang lalu menjadi sebuah pembelajaran, dan kali ini akan menjadi pemantapan bagi para perajin batik Kabupaten Purbalingga,” Ucap Syahzani

Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa permasalahan mengenai batik Purbalingga yang perlu dibenahi, salah satunya adalah ciri khas batik Purbalingga yang muncul seperti batik soedirman, batik lawa, batik wayang suket ataupun batik khas Purbalingga yang lain belum dapat menjadi identitas batik Purbalingga.

“Mohon dekranasda diberi masukan dan sarannya agar kedepannya bisa konsisten nantinya jika diundang oleh provinsi, nasional maupun internasional kita dapat memperkenalkan batik identitas Purbalingga,” tuturnya.

Pelatihan Batik Pola tersebut berlangsung di Ruang Ardi Lawet, Setda Purbalingga pada hari ini, Kamis (22/5/2025). Pelatihan berlangsung selama 2 hari dengan materi desain batik pola lembaran bisa (jarit), dan desain batik pola ready to wear.

“Kelebihan desain batik pola ready to wear adalah pola batiknya hanya ada di dalam pola jahitan saja, sisa kain yang tidak terpakai tidak ada motif batiknya, jadi secara produksi lebih cepat dan hemat” ucap Siti Kholifah.

Kepala Bagian Perekonomian dan Setda Gunanto Eko Saputro dalam sambutannya saat pelatihan menjelaskan bahwa banyak keluhan konsumen terkait kualitas batik purbalingga, baik dari konsistensi motif, desain pola, maupun materialnya.

“Manfatkan momen ini untuk bisa belajar dengan baik, kita bisa berlatih dengan mentor yang bertaraf nasional dan bahkan internasional agar kualitas batik kita bisa naik kelas,” katanya.

Ia menceritakan kepada peserta pelatihan dalam pertemuannya dengan Syahzani semalam bahwa ia sangat memperhatikan batik Purbalingga

“Karna beliau dan Suaminya (Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif) adalah ahli marketing yang memiliki perusahaan marketing digital, beliau mengatakan nanti akan membantu marketing mungkin sampai tingkat nasional,” pungkasnya. (an/komin)

The post Temui desainer nasional, ketua dekranasda siap kembangkan identitas batik Purbalingga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/temui-desainer-nasional-ketua-dekranasda-siap-kembangkan-identitas-batik-purbalingga/feed/ 0
Tingkatkan Potensi Unggulan Purbalingga, Dinperindag Fasilitasi Pelatihan IKM Sapu Glagah https://www.purbalinggakab.go.id/tingkatkan-potensi-unggulan-purbalingga-dinperindag-fasilitasi-pelatihan-ikm-sapu-glagah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tingkatkan-potensi-unggulan-purbalingga-dinperindag-fasilitasi-pelatihan-ikm-sapu-glagah&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tingkatkan-potensi-unggulan-purbalingga-dinperindag-fasilitasi-pelatihan-ikm-sapu-glagah https://www.purbalinggakab.go.id/tingkatkan-potensi-unggulan-purbalingga-dinperindag-fasilitasi-pelatihan-ikm-sapu-glagah/#respond Thu, 08 May 2025 08:32:44 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=33577 PURBALINGGA – Usai launching Program IKM (Industri Kecil Menengah) Berdaya Saing sebagai implementasi tagline Bupati Purbalingga ‘Alus Dalane, Kepenak Ngodene’ pada tanggal 24 April 2025 lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga terus mengadakan pelatihan untuk IKM ungulan. Pelatihan tersebut berlangsung April-Juni 2025. Salah satu jenis pelatihan yang diadakan adalah pelatihan IKM sapu glagah […]

The post Tingkatkan Potensi Unggulan Purbalingga, Dinperindag Fasilitasi Pelatihan IKM Sapu Glagah appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA – Usai launching Program IKM (Industri Kecil Menengah) Berdaya Saing sebagai implementasi tagline Bupati Purbalingga ‘Alus Dalane, Kepenak Ngodene’ pada tanggal 24 April 2025 lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga terus mengadakan pelatihan untuk IKM ungulan. Pelatihan tersebut berlangsung April-Juni 2025.

Salah satu jenis pelatihan yang diadakan adalah pelatihan IKM sapu glagah yang merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Purbalingga. Kepala Dinperindag Purbalingga, Johan Arifin mengatakan pelatihan ini juga sebagai realisasi misi Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga yang pertama yakni ‘Bangkitkan Ekonomi Rakyat: Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Pengembangan UMKM dan Modernisasi Sektor Pertanian.’

“Industri sapu glagah merupakan salah satu industri unggulan Kabupaten Purbalingga yang memiliki daya saing, karena tidak semua kabupaten memiliki tanaman Glagah Arjuna sebagai bahan bakunya,” ujarnya saat diwawancara, Rabu (7/5/2025) kemarin di lokasi pelatihan Gedung BLK MWC NU Karangreja.

Para peserta pelatihan mendapatkan arahan dari Kepala Dinperindag Purbalingga, Johan Arifin

Johan menambahkan, tanaman Glagah Arjuna hanya tumbuh di beberapa kecamatan di Purbalingga seperti Kecamatan Karangreja, Karangjambu, dan Karangmoncol. Produk sapu glagah Purbalingga sendiri telah menyasar pasar lokal, nasional, hingga ekspor ke Korea Selatan, Jepang, Pakistan, India, Arab Saudi, dan Perancis.

Menurut Johan, di tahun 2024 terdapat sekitar 87 pengepul sapu glagah, 11 diantaranya telah berhasil mengekspor, dengan tenaga kerja sekitar 1.570 orang. Hingga tahun 2024 produksi sapu glagah telah mencapai 6.625.000 per tahun dimana 2.270.000 merupakan komoditi ekspor dan 4.355.000 merupakan komoditi pasar nasional baik di Pulau Jawa maupun Luar Jawa.

Peserta mengikuti pelatihan dengan serius

Dengan jumlah produk rata-rata per tahun mencapai lebih dari 6 juta tersebut, para pengrajin sapu glagah di Kabupaten Purbalingga setidaknya membutuhkan bahan baku 1.325 ton bunga glagah per tahun. “Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan terus berkomitmen menjadikan sapu glagah sebagai industri unggulan yang bisa terus dikembangkan dan mampu menciptakan lapangan usaha baru serta bisa meningatkan pendapatan sekaligus menjadi daya saing Kabupaten Purbalingga,” pungkasnya. (FH/kominfo)

The post Tingkatkan Potensi Unggulan Purbalingga, Dinperindag Fasilitasi Pelatihan IKM Sapu Glagah appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/tingkatkan-potensi-unggulan-purbalingga-dinperindag-fasilitasi-pelatihan-ikm-sapu-glagah/feed/ 0
Griya UMKM Purbalingga Siap Fasilitasi Warga Untuk Berwirausaha https://www.purbalinggakab.go.id/griya-umkm-purbalingga-siap-fasilitasi-warga-untuk-berwirausaha/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=griya-umkm-purbalingga-siap-fasilitasi-warga-untuk-berwirausaha&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=griya-umkm-purbalingga-siap-fasilitasi-warga-untuk-berwirausaha https://www.purbalinggakab.go.id/griya-umkm-purbalingga-siap-fasilitasi-warga-untuk-berwirausaha/#respond Tue, 11 Mar 2025 04:28:00 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=32751 PURBALINGGA – Griya UMKM yang beralamat di Jalan Mayjen Sungkono atau sebelah Selatan Polres Purbalingga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Berada di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM (Dinkopukm) Purbalingga, Griya UMKM memiliki beberapa layanan bagi masyarakat Kabupaten Purbalingga. Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkopukm Purbalingga, Umi Nurnaningsih mengatakan keberadaan Griya UMKM […]

The post Griya UMKM Purbalingga Siap Fasilitasi Warga Untuk Berwirausaha appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA – Griya UMKM yang beralamat di Jalan Mayjen Sungkono atau sebelah Selatan Polres Purbalingga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Berada di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM (Dinkopukm) Purbalingga, Griya UMKM memiliki beberapa layanan bagi masyarakat Kabupaten Purbalingga.

Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkopukm Purbalingga, Umi Nurnaningsih mengatakan keberadaan Griya UMKM sejak tahun 2017 tersebut telah digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pelatihan, konsultasi bisnis, hingga tempat sharing para pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga. Dia menambahkan, jika ada pelaku UMKM di Purbalingga yang belum memiliki ijin usaha silahkan datang untuk konsultasi dan bimbingan mendapatkan legalitas usahanya seperti NIB, sertifikat halal, dan sebagainya.

“Setiap ada pelaku usaha baru kita masukan ke daftar binaan Dinkopukm,” ujarnya saat diwawancara disela-sela kesibukan mengoordinir pelaku UMKM di Bazar Ramadhan Taman Kota Usman Janatin.

Pelatihan yang diadakan Dinkopukm Purbalingga

Bahkan menurut Umi, jika ada warga Kabupaten Purbalingga yang belum memiliki kemampuan dan modal akan tetapi bersemangat untuk berwirausaha silahkan datang untuk mendaftarkan diri dalam program-program pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinkopukm. Program pelatihan tersebut rencana akan diselenggarakan kembali pasca hari raya Idul Fitri mendatang.

Selain fasilitas berupa pendampingan untuk legalitas usaha dan pelatihan, di Griya UMKM juga terdapat studio mini yang berfungsi untuk pengambilan gambar sebagai sarana digital marketing bagi para pelaku UMKM. Lanjut Umi, studio mini dengan peralatan yang terbatas tersebut telah dilengkapi dengan aksesoris guna menunjang foto produk yang lebih menarik.

“Untuk online saat ini sudah ada studio mini untuk foto produk dan live Tiktok di Griya UMKM,” imbuhnya.

Di tahun 2024 lalu bahkan Dinkopukm mengadakan lomba live Tiktok dan membuat batik Shibori untuk meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM dalam pemasaran online dan variasi produk. Lomba tersebut diadakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-194.

Foto produk UMKM di Griya UMKM

Saat dihubungi melalui telepon, Senin (10/3/2025) malam, Umi mengatakan nantinya guna mendukung pemasaran para pelaku UMKM sekaligus menggali potensi desa akan dibuat Pojok UMKM di setiap kecamatan. Pojok UMKM berfungsi sebagai sarana pemasaran offline yakni dengan display produk-produk UMKM setiap desa di kecamatan tersebut.

Selain itu, di Griya UMKM juga memberikan bantuan berupa desain brand atau merk dagang dan pada tahun 2025 ini juga memfasilitasi pendaftaran merk dagang. Bantuan tersebut diharapkan memudahkan para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya.

“Walaupun anggaran tidak begitu besar, kita lakukan semampu kita,” pungkasnya. (FH/kominfo)

The post Griya UMKM Purbalingga Siap Fasilitasi Warga Untuk Berwirausaha appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/griya-umkm-purbalingga-siap-fasilitasi-warga-untuk-berwirausaha/feed/ 0
Dampak Positif Roadshow Pemulihan Ekonomi: UMKM Purbalingga Naik Kelas https://www.purbalinggakab.go.id/dampak-positif-roadshow-pemulihan-ekonomi-umkm-purbalingga-naik-kelas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dampak-positif-roadshow-pemulihan-ekonomi-umkm-purbalingga-naik-kelas&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dampak-positif-roadshow-pemulihan-ekonomi-umkm-purbalingga-naik-kelas https://www.purbalinggakab.go.id/dampak-positif-roadshow-pemulihan-ekonomi-umkm-purbalingga-naik-kelas/#respond Thu, 25 Jul 2024 07:44:38 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=29249 PURBALINGGA INFO – Pelaku UMKM asal Desa Bokol Kecamatan Kemangkon Purbalingga, Bambonesia, turut memamerkan produknya dalam acara Roadshow Pemulihan Ekonomi di Lapangan Desa Panican, Kamis (25/7/24). Pemilik Bambonesia, Rahmat, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga tersebut. “Menurut saya (Roadshow Pemulihan Ekonomi) bagus efeknya untuk UMKM, cuma […]

The post Dampak Positif Roadshow Pemulihan Ekonomi: UMKM Purbalingga Naik Kelas appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA INFO – Pelaku UMKM asal Desa Bokol Kecamatan Kemangkon Purbalingga, Bambonesia, turut memamerkan produknya dalam acara Roadshow Pemulihan Ekonomi di Lapangan Desa Panican, Kamis (25/7/24). Pemilik Bambonesia, Rahmat, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga tersebut.

“Menurut saya (Roadshow Pemulihan Ekonomi) bagus efeknya untuk UMKM, cuma memang harus dievaluasi untuk tata letak stand nya, untuk produk craft sendiri, kuliner sendiri untuk memudahkan pengunjung,” katanya.

Menurutnya, Bambonesia, saat ini bisa terus berkembang berkat  perhatian dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Salah satunya melalui fasilitasi dari Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga sehingga Bambonesia bisa mengikuti Event Karya Kreatif Serayu (KKS) 2024 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto pada 20-21 Juli 2024. Rahmat mengaku kebanjiran orderan setelah mengikuti event tersebut.

“Kemarin ikut KKS itu karena saya kan sering ikut kegiatan UMKM seperti ini.  Lalu dari Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga mengusulkan ke BI (Bank Indonesia) produk bambu ini, kebetulan kita lolos kurasi. Setelah itu kebanjiran (pesanan) dari Bali, dari Jakarta dari Kalimantan,” katanya.

Rahmat menjelaskan, Bambonesia, memproduksi berbagai produk kerajinan seperti gantungan kunci, gelas, tumbler, piring laminasi yang semuanya berbahan dasar dari bambu. Ia menyampaikan tak kesulitan memperoleh bahan baku bambu karena banyak tersedia di desanya. Produk Bambonesia dapat dibeli melalui Instagram @bambonesia.id.

“Kita melayani custom juga untuk hampers instansi, hampers souvenir untuk acara, termasuk kebutuhan hotel, kebutuhan cafe. Kemarin yang banyak pesan itu dari cafe sama hotel dari Bali kemudian permintaan ekspor juga ada, tapi kita baru sampling belum gol karena butuh legalitas untuk layak ekspor. Ya, semoga kedepannya ini bisa berkembang lagi,” terangnya.

Selain Bambonesia, pelaku UMKM lainnya, Siti Nurjanah, yang menjual makanan tradisional Sagon, juga merasakan manfaat dari acara Roadshow Pemulihan Ekonomi untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

“Alhamdulillah sangat membantu memperkenalkan produk yang saya jual ke masyarakat, di Purbalingga kan belum banyak yang tahu tentang Sagon, jadi bisa memperkenalkan Sagon ke masyarakat, jadi pada tahu tentang Sagon,” terangnya

Bahkan pada hari pertama Roadshow Pemulihan Ekonomi di Kecamatan Kemangkon, Rabu(24/7/24), dagangan Siti Nurjanah habis diburu pembeli.

“Alhamdulillah hari kemarin peminatnya banyak, kemarin jam empat sore sudah habis harusnya pengen jualan sampai malam tapi sudah habis. Saya biasanya jualan di depan toko Fawas Pasar Panican, buka dari jam 3 sore sampai 9 malam,” terangnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Mukodam, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa kegiatan Roadshow ini bertujuan untuk menggali dan mempromosikan potensi lokal serta mengetahui fasilitasi yang dibutuhkan pelaku UMKM di Purbalingga.

“Tentu semuanya untuk pengembangan UMKM lokal kita, mudah-mudahan UMKM lokal kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita harapkan bisa go regional, go nasional dan go international,” terangnya.

Mukodam juga mengapresiasi potensi UMKM di Kecamatan Kemangkon, khususnya produk kerajinan bambu dari Bambonesia, yang dinilai layak dipasarkan lebih luas, termasuk ke pasar internasional.

“Saya lihat tadi ada kerajinan bambu dari Bambonesia yang sangat luar biasa, disamping unik, hasilnya bagus dan rapi. Menurut saya sudah layak untuk kita coba pasarkan secara lebih luas. Tidak hanya lokal, nasional, tapi mudah mudahan bisa disentuh sampai pangsa pasar internasional. Karena saat ini penggunaan alat-alat rumah tangga yang bersumber natural atau alam ini semakin digemari,” terangnya.

Selain itu, Mukodam meminta Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga untuk memfasilitasi produk makanan olahan UMKM agar mendapatkan legalitas dan kemasan yang lebih menarik.

“Dinkop UKM harus membantu produk makanan yang rasanya enak tapi kemasannya kurang menarik, serta legalitasnya mulai dari PIRT hingga sertifikat halal, agar jangkauan pasar meningkat, tidak hanya di pangsa pasar lokal tradisional, harapan kita bisa masuk ke pangsa pasar modern terutama minimarket dan supermarket,” tutupnya. (dhs/Kominfo)

The post Dampak Positif Roadshow Pemulihan Ekonomi: UMKM Purbalingga Naik Kelas appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/dampak-positif-roadshow-pemulihan-ekonomi-umkm-purbalingga-naik-kelas/feed/ 0