Pertanian Archives - Pemerintah Kabupaten Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/category/berita/pertanian/ Purbalingga Baru Wed, 11 Mar 2026 08:12:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://www.purbalinggakab.go.id/wp-content/uploads/2017/02/cropped-logo_pbg-32x32.png Pertanian Archives - Pemerintah Kabupaten Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/category/berita/pertanian/ 32 32 Jelang Idul Fitri, DPPP Purbalingga Monitoring PAH di Pasar Bukateja https://www.purbalinggakab.go.id/jelang-idul-fitri-dppp-purbalingga-monitoring-pah-di-pasar-bukateja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jelang-idul-fitri-dppp-purbalingga-monitoring-pah-di-pasar-bukateja&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jelang-idul-fitri-dppp-purbalingga-monitoring-pah-di-pasar-bukateja https://www.purbalinggakab.go.id/jelang-idul-fitri-dppp-purbalingga-monitoring-pah-di-pasar-bukateja/#respond Wed, 11 Mar 2026 08:12:23 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=37311 PURBALINGGA – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Selasa (10/3/2026) kemarin melakukan monitoring terhadap Pangan Asal Hewan (PAH) di Pasar Bukateja. Tim DPPP terdiri dari Bidang Perlindungan Pertanian, Satker Puskeswan Bukateja, fungsional medik dan paramedik veteriner, dan fungsional pengawas mutu hasil pertanian. Kepala DPPP Purbalingga, Prayitno mengatakan hasil monitoring harga di Pasar Bukateja […]

The post Jelang Idul Fitri, DPPP Purbalingga Monitoring PAH di Pasar Bukateja appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Selasa (10/3/2026) kemarin melakukan monitoring terhadap Pangan Asal Hewan (PAH) di Pasar Bukateja. Tim DPPP terdiri dari Bidang Perlindungan Pertanian, Satker Puskeswan Bukateja, fungsional medik dan paramedik veteriner, dan fungsional pengawas mutu hasil pertanian.

Kepala DPPP Purbalingga, Prayitno mengatakan hasil monitoring harga di Pasar Bukateja antara lain daging ayam broiler pada rentang Rp. 40.000,- hingga Rp. 42.000,- per kg, sedangkan daging sapi Rp. 150.000,- per kg. Harga tersebut lebih tinggi dibanding pada hasil monitoring dan pemeriksaan yang dilakukan pada Kamis (5/3/2026) di Pasar Segamas Purbalingga.

“Untuk hasil monitoring, pengawasan, dan pemeriksaan Pangan Asal Hewan (PAH) secara umum baik, jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas daging di Pasar Bukateja,” tuturnya.

Tim DPPP Purbalingga periksa kadar pH daging

Sementara itu, untuk harga telur ayam ras pada rentang Rp. 27.500,- hingga Rp. 29.000,- per kg kemudian telur puyuh mentah Rp. 40.000,- per kg dan telur puyuh matang Rp. 44.000,- per kg. Pada giat tersebut juga dilakukan pemeriksaan organoleptik yang meliputi warna, bau, konsistensi, kondisi fisik, dan cemaran fisik serta post mortem yang meliputi kepala, akrkas, dan jeroan dengan hasil baik.

Demikian pula, lanjut Prayitno, untuk hasil pengukuran pH daging secara umum juga baik, sehingga diharapkan masyarakat yang ingin membeli daging untuk hidangan di hari raya tidak perlu khawatir. Selain itu, Tim DPPP Purbalingga juga melakukan penyuluhan terkait kehalalan PAH yang diedarkan dan agar pedagang tidak menyampurkan antara daging dengan jeroan dan olahan daging matang pada satu lapak.

“Produk PAH yang diedarkan ke masyarakat wajib dijamin kehalalannya didukung dengan prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” pungkasnya. (FH/kominfo)

The post Jelang Idul Fitri, DPPP Purbalingga Monitoring PAH di Pasar Bukateja appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/jelang-idul-fitri-dppp-purbalingga-monitoring-pah-di-pasar-bukateja/feed/ 0
Komoditas Daging Aman, Masyarakat Purbalingga pun Tenang https://www.purbalinggakab.go.id/komoditas-daging-aman-masyarakat-purbalingga-pun-tenang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=komoditas-daging-aman-masyarakat-purbalingga-pun-tenang&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=komoditas-daging-aman-masyarakat-purbalingga-pun-tenang https://www.purbalinggakab.go.id/komoditas-daging-aman-masyarakat-purbalingga-pun-tenang/#respond Fri, 06 Mar 2026 07:05:21 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=37256 PURBALINGGA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melakukan Monitoring, Pengawasan, dan Pemeriksaan Pangan Asal Hewan (PAH) di Pasar Segamas Purbalingga, Kamis (5/3/2026) lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim dari Bidang Perlindungan Pertanian, Bidang Pangan, dan Satuan Kerja Puskesmas Hewan (Satker Puskeswan) dengan obyek yang menyangkup daging ayam, daging sapi, […]

The post Komoditas Daging Aman, Masyarakat Purbalingga pun Tenang appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melakukan Monitoring, Pengawasan, dan Pemeriksaan Pangan Asal Hewan (PAH) di Pasar Segamas Purbalingga, Kamis (5/3/2026) lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim dari Bidang Perlindungan Pertanian, Bidang Pangan, dan Satuan Kerja Puskesmas Hewan (Satker Puskeswan) dengan obyek yang menyangkup daging ayam, daging sapi, daging kambing, dan olahannya.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Prayitno mengatakan pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptik, post mortem, pengukuran pH daging, dan tes uji formalin. Hasil pemeriksaan dinyatakan baik, dan hasil uji formalin yang meliputi daging ayam, daging sapi, bakso, dan kikil dinyatakan negatif sehingga masyarakat yang hendak belanja daging untuk Hari Raya Idul Fitri tidak perlu khawatir.
“Disetiap kunjungan lapak pedagang PAH kita beri masukan dan nasehat terkait higiene dan sanitasi serta memastikan produknya halalan thoyiban,” tegasnya.

Tim DPPP Purbalingga sedang monitoring daging di Pasar Segamas

Prayitno menambahkan untuk pemeriksaan pH, daging yang baik memiliki pH 5,5 – 5,8 pada 24 jam pasca penyembelihan dengan faktor yg mempengaruhi antara lain tingkat stres sebelum pemotongan, jenis otot, dan manajemen saat penyembelihan. Sementara daging yang memeiliki kualitas buruk yang dipengaruhi oleh kadar pH tidak normal memiliki ciri antara lain warna pucat atau terlalu gelap, tekstur terlalu lunak atau terlalu keras, dan berair atau terlalu keras.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisik fisik daging dan olahannya, Tim dari DPPP Purbalingga juga melakukan pemantauan harga daging di Pasar Segamas. Untuk daging ayam berada di kisaran harga Rp. 38.000,- hingga Rp. 44.000,-, daging Rp. 140.000,- hingga Rp. 145.000,-, dan daging kambing diharga Rp. 180.000,-.
“Secara umum hasil monitoring, pamantauan, dan pemeriksaan PAH di Pasar Segamas baik,” pungkasnya. (FH/Kominfo)

The post Komoditas Daging Aman, Masyarakat Purbalingga pun Tenang appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/komoditas-daging-aman-masyarakat-purbalingga-pun-tenang/feed/ 0
Bupati Fahmi Serahkan Traktor dan Alsintan, Dorong Pertanian Modern di Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/bupati-fahmi-serahkan-traktor-dan-alsintan-dorong-pertanian-modern-di-purbalingga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bupati-fahmi-serahkan-traktor-dan-alsintan-dorong-pertanian-modern-di-purbalingga&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bupati-fahmi-serahkan-traktor-dan-alsintan-dorong-pertanian-modern-di-purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/bupati-fahmi-serahkan-traktor-dan-alsintan-dorong-pertanian-modern-di-purbalingga/#respond Wed, 31 Dec 2025 08:11:03 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=36835 PURBALINGGA INFO – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pra panen dari Kementerian Pertanian melalui Program UPLAND (The Development of Integrated Farming System at Upland Areas Project) Tahun 2025 kepada kelompok tani di Kabupaten Purbalingga. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di UPTD Perbenihan Kabupaten Purbalingga dan dirangkai dengan apel dalam […]

The post Bupati Fahmi Serahkan Traktor dan Alsintan, Dorong Pertanian Modern di Purbalingga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA INFO – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pra panen dari Kementerian Pertanian melalui Program UPLAND (The Development of Integrated Farming System at Upland Areas Project) Tahun 2025 kepada kelompok tani di Kabupaten Purbalingga. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di UPTD Perbenihan Kabupaten Purbalingga dan dirangkai dengan apel dalam rangka peralihan Aparatur Sipil Negara (ASN) penyuluh pertanian ke Kementerian Pertanian, Rabu (31/12/25).

Bupati Fahmi menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan dukungan sarana pertanian berupa alsintan kepada 108 kelompok tani penerima kegiatan UPLAND yang tersebar di Kecamatan Rembang, Karangmoncol, Kejobong, dan Pengadegan. Bantuan tersebut terdiri dari 10 unit traktor roda empat, 90 unit traktor roda dua, 58 unit pompa air, serta 488 unit sprayer elektrik.

Menurut Bupati Fahmi, Program UPLAND merupakan program pembangunan pertanian dataran tinggi yang dirancang secara komprehensif dan terintegrasi, mulai dari sektor on farm hingga off farm. Program ini diarahkan untuk mendorong pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Transformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern melalui pemanfaatan alsintan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas usaha tani.

“Pemanfaatan alsintan memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu hasil pertanian sekaligus menekan biaya dan waktu produksi. Oleh karena itu bantuan ini harus dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta dikelola secara berkelanjutan,” kata Bupati Fahmi.

Ia juga mendorong kelompok tani penerima agar mengelola alsintan melalui pembentukan unit jasa alsintan, melakukan pencatatan penggunaan, serta membuka peluang kerja sama operasional dengan kelompok tani lain apabila kebutuhan alsintan di wilayah penerima telah tercukupi. Bupati Fahmi menekankan pentingnya pelibatan perempuan dan pemuda tani dalam pengelolaan alsintan sebagai bagian dari regenerasi dan penguatan sektor pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Fahmi juga menyampaikan bahwa terhitung mulai 1 Januari 2026, sebanyak 149 ASN penyuluh pertanian di Kabupaten Purbalingga resmi beralih status kepegawaian ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang terdiri dari 91 PNS dan 58 PPPK. Kebijakan ini merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 yang menegaskan penguatan peran penyuluh sebagai garda terdepan pembangunan pertanian.

“Penyuluh pertanian adalah agen perubahan, pendamping petani, sekaligus penghubung antara kebijakan pemerintah dan praktik pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian atas dedikasi dan perannya dalam meningkatkan produktivitas serta adopsi teknologi pertanian di Purbalingga. Ia berharap sinergi kebijakan nasional melalui peralihan penyuluh ke Kementerian Pertanian dan dukungan Program UPLAND mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga Prayitno menyampaikan bahwa Program UPLAND telah diterima Kabupaten Purbalingga sejak tahun 2021 hingga 2026 dengan komoditas unggulan berupa lada, kapulaga, dan peternakan kambing. Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui pengembangan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Project Implementation Unit (PIU) Proyek UPLAND Purbalingga, Supriyono, menambahkan bahwa anggaran Program UPLAND pada tahun 2025 dan 2026 mencapai Rp26 miliar yang dimanfaatkan untuk pembangunan jalan usaha tani sepanjang 24 kilometer, pembangunan 10 unit sarana irigasi, penyediaan sarana produksi, pembangunan gudang dan rumah jemur menggunakan dome dryer, serta pengadaan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) terintegrasi dengan peternakan kambing. Pada tahun mendatang juga direncanakan pembangunan unit pengolahan kapulaga terpusat yang dilengkapi mesin pembersih, sortasi, dan pengemasan.

Salah satu penerima bantuan alsintan, Adi dari Pemuda Tani Sekar Lemah Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa bantuan alsintan sangat membantu petani dalam mempercepat pengolahan lahan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.

“Alhamdulillah kami sangat senang dan berterima kasih kepada Bupati Purbalingga. Bantuan ini menjadikan pertanian lebih modern dan efisien, sehingga pekerjaan yang dulu terhambat kini bisa lebih cepat selesai,” ungkapnya.

Dengan dukungan alsintan dan program pembangunan pertanian yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Purbalingga optimistis sektor pertanian daerah akan semakin maju dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani dan masyarakat. (dhs/Kominfo)

The post Bupati Fahmi Serahkan Traktor dan Alsintan, Dorong Pertanian Modern di Purbalingga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/bupati-fahmi-serahkan-traktor-dan-alsintan-dorong-pertanian-modern-di-purbalingga/feed/ 0
Alat Perontok dan Pembersih Kapulaga Ringankan Beban Kerja Petani Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/alat-perontok-dan-pembersih-kapulaga-ringankan-beban-kerja-petani-purbalingga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alat-perontok-dan-pembersih-kapulaga-ringankan-beban-kerja-petani-purbalingga&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alat-perontok-dan-pembersih-kapulaga-ringankan-beban-kerja-petani-purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/alat-perontok-dan-pembersih-kapulaga-ringankan-beban-kerja-petani-purbalingga/#respond Tue, 25 Nov 2025 01:43:08 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=36407 PURBALINGGA INFO – Para petani kapulaga di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga kini semakin dimudahkan dalam penanganan pascapanen berkat hadirnya mesin perontok sekaligus pembersih umbi kapulaga. Keberadaan inovasi alat perontok dan pembersih kapulaga yang hanya dimiliki Purbalingga tersebut membuat proses pengolahan kapulaga jauh lebih efisien. Pengurus Kelompok Tani (Poktan) Mugi Rahayu Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Yusro […]

The post Alat Perontok dan Pembersih Kapulaga Ringankan Beban Kerja Petani Purbalingga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA INFO – Para petani kapulaga di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga kini semakin dimudahkan dalam penanganan pascapanen berkat hadirnya mesin perontok sekaligus pembersih umbi kapulaga. Keberadaan inovasi alat perontok dan pembersih kapulaga yang hanya dimiliki Purbalingga tersebut membuat proses pengolahan kapulaga jauh lebih efisien.

Pengurus Kelompok Tani (Poktan) Mugi Rahayu Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Yusro Najib, mengatakan penggunaan mesin ini sangat membantu kelompok tani dalam mempercepat proses pembersihan kapulaga.

“Biasanya untuk membersihkan kapulaga dari janjang dan menyortirnya, setiap 5–6 kilogram kapulaga basah membutuhkan waktu 1 jam dikerjakan oleh manusia. Namun kini hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit dengan mesin perontok,” ujarnya, Senin (24/11/25).

Selain efisiensi waktu, petani juga tengah menikmati harga jual kapulaga yang menguntungkan. Saat ini harga kapulaga basah mencapai Rp13.000 per kilogram, sedangkan kapulaga kering mencapai Rp83.000 per kilogram. Menurut Yusro, satu hektar tanaman kapulaga dapat menghasilkan sekitar 175 kilogram kapulaga kering atau bernilai sekitar Rp14,5 juta.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menjelaskan bahwa pengadaan mesin perontok dan pembersih kapulaga tersebut didukung oleh Kementerian Pertanian melalui program Upland, sebuah program pengembangan pertanian dataran tinggi yang meliputi penguatan on-farm hingga off-farm untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Prayitno menjelaskan bahwa mesin tersebut menggunakan penggerak motor listrik ½ HP atau 375 watt, sehingga biaya operasionalnya sangat murah.

“Dengan tarif listrik Rp1.440 per kWh, biaya yang dibutuhkan hanya sekitar Rp540 per jam. Dari hasil uji coba, dalam satu jam mesin ini bisa membersihkan 72 kilogram kapulaga basah, artinya setiap kilogram hanya membutuhkan biaya sekitar 7,5 rupiah,” jelasnya.

Ia membandingkan, sebelum ada mesin ini, ongkos pembersihan secara manual mencapai Rp1.000 untuk 5–6 kilogram atau setara Rp166–Rp200 per kilogram. Kehadiran mesin perontok tersebut membuat biaya produksi jauh lebih efisien.

Prayitno menambahkan bahwa luas tanaman kapulaga di Kabupaten Purbalingga saat ini mencapai 435,7 hektare dengan produksi 2.104.003 kilogram. Kapulaga mulai banyak diminati petani sejak masa pandemi Covid-19 karena harganya saat itu melampaui harga kopi, sehingga banyak petani kopi beralih menanam kapulaga.

“Kapulaga memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dicari hingga sekarang. Selain sebagai penyedap masakan, rempah ini juga dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional karena aromanya yang khas dan kandungan antioksidan yang tinggi. Memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan stamina, hingga menjaga kesehatan jantung,” ujarnya. (dhs/Kominfo)

The post Alat Perontok dan Pembersih Kapulaga Ringankan Beban Kerja Petani Purbalingga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/alat-perontok-dan-pembersih-kapulaga-ringankan-beban-kerja-petani-purbalingga/feed/ 0
Harga Menguat, Petani Kopi Purbalingga Makin Bersemangat https://www.purbalinggakab.go.id/harga-menguat-petani-kopi-purbalingga-makin-bersemangat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=harga-menguat-petani-kopi-purbalingga-makin-bersemangat&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=harga-menguat-petani-kopi-purbalingga-makin-bersemangat https://www.purbalinggakab.go.id/harga-menguat-petani-kopi-purbalingga-makin-bersemangat/#respond Sat, 22 Nov 2025 04:07:41 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=36383 PURBALINGGA – Semangat para petani kopi di Purbalingga tengah meningkat. Minat terhadap budidaya kopi kembali tumbuh, tidak hanya di kalangan petani senior, tetapi juga di antara generasi muda yang mulai terjun menanam kopi sekaligus menekuni bisnisnya. Peningkatan antusiasme ini dipicu oleh kenaikan harga kopi Arabika maupun Robusta yang cukup signifikan di pasaran. Gairah tersebut mengemuka […]

The post Harga Menguat, Petani Kopi Purbalingga Makin Bersemangat appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA – Semangat para petani kopi di Purbalingga tengah meningkat. Minat terhadap budidaya kopi kembali tumbuh, tidak hanya di kalangan petani senior, tetapi juga di antara generasi muda yang mulai terjun menanam kopi sekaligus menekuni bisnisnya. Peningkatan antusiasme ini dipicu oleh kenaikan harga kopi Arabika maupun Robusta yang cukup signifikan di pasaran.

Gairah tersebut mengemuka dalam kegiatan Rembug Kopi yang digelar Komunitas Petani Kopi Purbalingga (Kompak) bekerja sama dengan Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga, Jumat (21/11), di Gasebo P4S Sawah Gunung, Desa/Kecamatan Karanganyar.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinpertan Ir Prayitno, M.Si; Penasehat Kompak Dr Indaru Setyo Nurprjo, S.IP, MA; Pegiat Kopi Purbalingga yang kini berdomisili di Jakarta, Hapsoro Paripurno; Kabid SDM dan Binus Dinpertan Purbalingga, Suyitno, S.St; serta para petani anggota Kompak.

Rusdi, petani kopi dari Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, menuturkan bahwa dalam dua tahun terakhir harga kopi terus menunjukkan tren positif. Saat ini kopi petik merah dihargai sekitar Rp75.000–80.000 per kilogram, sedangkan kopi petik jotos (ijo atos) mencapai Rp55.000–65.000 per kilogram.

“Dulu saat harga hanya Rp18.000–20.000, banyak petani kecewa. Beberapa bahkan menebang tanaman kopi dan menggantinya dengan kapulaga yang saat itu lebih menguntungkan. Sekarang, petani mulai kembali menanam kopi. Semoga ke depannya harga semakin baik,” ujarnya.

Kusnoto, petani dari Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu, menyampaikan hal serupa. Menurutnya, semangat petani kopi—termasuk anak-anak muda—kian meningkat. “Kami siap menanam bibit kopi berapa pun jumlahnya. Karena itu kami berharap pemerintah melalui Dinpertan dapat mendukung petani yang sedang bersemangat ini,” ungkapnya.

Tikno, petani dari Desa Kutabawa sekaligus produsen kopi “Mount Slamet Coffee”, juga menyampaikan bahwa harga kopi saat panen lalu sangat menggembirakan. Harga robusta mencapai Rp75.000–80.000 per kilogram, sementara Arabika green bean dapat menembus Rp150.000 per kilogram.

Pegiat kopi Purbalingga, Hapsoro Paripurno, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan konsep dari hulu ke hilir bertajuk “Mempertautkan Kopi, Kita, dan Bumi”. Konsep ini mendorong kolaborasi dan keberlanjutan melalui narasi multikanal seperti tur, pameran, riset, seni, media, hingga pengalaman konsumsi kopi yang reflektif.

Misi yang diusung antara lain meningkatkan kesadaran kolektif terhadap kopi berkelanjutan, mendorong praktik ramah lingkungan dan berkeadilan, serta membuka ruang kolaborasi lintas sektor—mulai dari petani, akademisi, seniman, barista, komunitas, hingga pemerintah. “Melalui konsep ini, kami menargetkan peningkatan nilai jual kopi sebesar 20–30 persen,” ujar Rio, sapaan akrabnya. Ia menambahkan bahwa jejaring kopi Purbalingga terus diperkuat bersama pelaku usaha di Jakarta, akademisi, dan Direktorat Hilirisasi Perkebunan Kementerian Pertanian.

Penasehat Kompak, Dr Indaru, mendorong petani untuk bekerja sama dengan pemerintah desa yang memiliki hak pengelolaan hutan untuk kesejahteraan masyarakat, seperti di Desa Ponjen (Karanganyar) dan Desa Tanalum (Rembang). “Lahan hutan bisa dimanfaatkan untuk tanaman kopi, sehingga selain meningkatkan kesejahteraan petani, juga mendukung upaya konservasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinpertan Purbalingga, Prayitno, menyampaikan bahwa luas areal kopi robusta di Purbalingga mencapai 1.682 hektare dengan produksi rata-rata 188,3 kilogram per hektare. Adapun kopi Arabika memiliki luas 98 hektare dengan produksi rata-rata 130,5 kilogram per hektare. “Pemkab Purbalingga siap berkolaborasi dengan para petani. Kami juga memiliki lahan kopi seluas 1,9 hektare di Desa Cendana yang dapat dimanfaatkan sebagai demplot maupun kerja sama peningkatan kapasitas petani,” ungkapnya.

Sumber : Dinpertan Purbalingga

The post Harga Menguat, Petani Kopi Purbalingga Makin Bersemangat appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/harga-menguat-petani-kopi-purbalingga-makin-bersemangat/feed/ 0
Jelang Idul Adha, Pemkab Purbalingga Pastikan Kesehatan Hewan Qurban https://www.purbalinggakab.go.id/jelang-idul-adha-pemkab-purbalingga-pastikan-kesehatan-hewan-qurban/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jelang-idul-adha-pemkab-purbalingga-pastikan-kesehatan-hewan-qurban&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jelang-idul-adha-pemkab-purbalingga-pastikan-kesehatan-hewan-qurban https://www.purbalinggakab.go.id/jelang-idul-adha-pemkab-purbalingga-pastikan-kesehatan-hewan-qurban/#respond Wed, 21 May 2025 03:09:30 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=33720 PURBALINGGA – Sekitar 2 pekan lagi kaum muslimin akan melaksanakan hari raya Idul Adha tahun 1446 Hijriyah atau 2025. Perayaan hari raya Idul Adha tersebut diperingati dengan pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban sebagai salah satu bentuk pemenuhan gizi masyarakat dan ketersediaan bahan makanan berupa daging. Guna memastikan hewan qurban yang sehat dan […]

The post Jelang Idul Adha, Pemkab Purbalingga Pastikan Kesehatan Hewan Qurban appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA – Sekitar 2 pekan lagi kaum muslimin akan melaksanakan hari raya Idul Adha tahun 1446 Hijriyah atau 2025. Perayaan hari raya Idul Adha tersebut diperingati dengan pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban sebagai salah satu bentuk pemenuhan gizi masyarakat dan ketersediaan bahan makanan berupa daging.

Guna memastikan hewan qurban yang sehat dan berkualitas khususnya terhindar dari penyakit mulut dan kuku (PMK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melalui Dinas Pertanian (Dinpertan) telah melakukan tindak pencegahan sejak bulan Januari 2025 lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Pertanian Dinpertan Purbalingga, drh. Edy Setyanta.

“Vaksinasi PMK terhadap ternak sejumlah 6.500 dosis sejak Januari 2025,” ujarnya saat dihubungi melalui WA, Rabu (21/5/2025).

Sejumlah petugas dari Dinpertan melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak sapi dan kambing

Selain vaksinasi, drh. Edy menambahkan Pemkab Purbalingga juga memberikan desinfectan untuk biosekuritas, pemberian obat cacing dan vitamin serta pengobatan penyakit lain yang ditemukan oleh UPTD Puskeswan. Petugas dari Dinpertan Purbalingga juga melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi peternakan warga seperti di Kecamatan Kemangkon, Pengadegan, Kutasari, Mrebet, Kertanegara, Karangreja, dan lainnya.

Selain itu, diungkapkan drh. Edy Pemkab Purbalingga juga terus berusaha memperketat lalu lintas distribusi hewan ternak khususnya yang berasal dari luar Kabupaten Purbalingga. “Memperketat lalu lintas ternak yang keluar dan masuk wilayah Kabupaten Purbalingga dengan menerapkan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) sehingga ternak dipastikan sehat,” pungkasnya. (FH/kominfo)

 

The post Jelang Idul Adha, Pemkab Purbalingga Pastikan Kesehatan Hewan Qurban appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/jelang-idul-adha-pemkab-purbalingga-pastikan-kesehatan-hewan-qurban/feed/ 0
Purbalingga Usung Inovasi Pertanian Terintegrasi di Lomba TTG Jateng 2025 https://www.purbalinggakab.go.id/purbalingga-usung-inovasi-pertanian-terintegrasi-di-lomba-ttg-jateng-2025/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=purbalingga-usung-inovasi-pertanian-terintegrasi-di-lomba-ttg-jateng-2025&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=purbalingga-usung-inovasi-pertanian-terintegrasi-di-lomba-ttg-jateng-2025 https://www.purbalinggakab.go.id/purbalingga-usung-inovasi-pertanian-terintegrasi-di-lomba-ttg-jateng-2025/#respond Thu, 08 May 2025 10:15:41 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=33584 PURBALINGGA – Tri Bowo Pangestika, petani milenial dari Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, mewakili Kabupaten Purbalingga dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Ia tampil dalam kategori Pos Pelayanan Teknologi Desa (Posyantekdes) Berprestasi melalui Posyantekdes Artansi Chandra Kahuripan yang dipimpinnya. Dalam sesi presentasi yang digelar secara daring saat Kamis (8/5/2025) bertempat […]

The post Purbalingga Usung Inovasi Pertanian Terintegrasi di Lomba TTG Jateng 2025 appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA – Tri Bowo Pangestika, petani milenial dari Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, mewakili Kabupaten Purbalingga dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Ia tampil dalam kategori Pos Pelayanan Teknologi Desa (Posyantekdes) Berprestasi melalui Posyantekdes Artansi Chandra Kahuripan yang dipimpinnya.

Dalam sesi presentasi yang digelar secara daring saat Kamis (8/5/2025) bertempat di Podcast Media Center Dinkominfo Purbalingga, Tri Bowo dan rekannya, Nur Hayati, memaparkan berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan oleh Posyantekdes Artansi Chandra Kahuripan. Salah satu unggulan mereka adalah pengembangan kawasan pertanian terintegrasi bernama Artansi Chandra Kahuripan yang telah menjadi pusat edukasi dan bahkan beberapa kali menjadi tujuan studi tiru dari berbagai daerah.

Saat ini, Posyantekdes Artansi Chandra Kahuripan memiliki lebih dari 130 orang pengurus aktif yang terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan teknologi tepat guna. Jumlah ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi tinggi dari masyarakat desa terhadap inovasi di sektor pertanian, khususnya anak muda.

Bowo, yang sebelumnya pernah lolos dalam lomba TTG tingkat nasional, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan. “Kami ingin membuktikan bahwa inovasi di sektor pertanian menjadi hal yang sangat krusial bagi desa. Dan ini bisa menjadi peluang besar, terutama bagi anak-anak muda di desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, di awal pembentukan Posyantekdes, tantangan terbesarnya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Namun berkat semangat gotong royong dan pendampingan berkelanjutan, lembaga ini mampu tumbuh dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Setidaknya lebih dari 50 persen masyarakat desa telah merasakan secara nyata dampak positif dari program yang kami jalankan. Ke depan, kami berharap dapat memperluas jangkauan manfaat ini ke desa-desa atau ke wilayah yang lebih luas,” tambah Tri Bowo.

Tim juri dari provinsi yang hadir dalam penilaian terdiri dari Rahma dari Dispermasdes Jawa Tengah, Gerrys Gusfiano R, dan Zaenal Azis Masykur. Dalam keterangannya, Zaenal Azis Masykur menekankan bahwa Posyantekdes harus berfokus sebagai lembaga riset dan inovasi teknologi di tingkat desa.

“Fungsi Posyantekdes berbeda dengan BUMDes, namun keduanya tetap harus saling berkolaborasi dalam membangun kemandirian desa,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga, Eko Juli Purnomo, turut hadir dan memberikan dukungannya. Ia menilai potensi desa di Purbalingga sangat besar dan harus terus didorong melalui kegiatan inovatif seperti lomba TTG ini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat desa-desa lain untuk terus berinovasi. Dinpermasdes akan terus mendukung tumbuhnya kreativitas masyarakat desa sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Purbalingga,” pungkas Eko.

Dengan keikutsertaan Posyantekdes Artansi Chandra Kahuripan dalam ajang tingkat provinsi, Purbalingga kembali menunjukkan bahwa inovasi berbasis desa dapat tumbuh dan bersaing secara positif. Inisiatif seperti ini menjadi harapan baru bagi pembangunan desa yang lebih mandiri serta mampu berdaya saing. (GIN/Kominfo)

The post Purbalingga Usung Inovasi Pertanian Terintegrasi di Lomba TTG Jateng 2025 appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/purbalingga-usung-inovasi-pertanian-terintegrasi-di-lomba-ttg-jateng-2025/feed/ 0
Wabup Dimas Pastikan Petani Tak Lagi Sulit Akses Pupuk Bersubsidi, Cukup Bawa KTP https://www.purbalinggakab.go.id/wabup-dimas-pastikan-petani-tak-lagi-sulit-akses-pupuk-bersubsidi-cukup-bawa-ktp/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wabup-dimas-pastikan-petani-tak-lagi-sulit-akses-pupuk-bersubsidi-cukup-bawa-ktp&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wabup-dimas-pastikan-petani-tak-lagi-sulit-akses-pupuk-bersubsidi-cukup-bawa-ktp https://www.purbalinggakab.go.id/wabup-dimas-pastikan-petani-tak-lagi-sulit-akses-pupuk-bersubsidi-cukup-bawa-ktp/#respond Mon, 05 May 2025 09:55:36 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=33536 PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga memastikan bahwa petani di Purbalingga tidak akan lagi kesulitan dalam mengakses pupuk bersubsidi. Hal ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, saat menghadiri kegiatan Panen Raya Lumbung Pangan Baznas di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Senin (5/5/25). Wabup Dimas menyampaikan bahwa kini petani tidak lagi diwajibkan menggunakan kartu […]

The post Wabup Dimas Pastikan Petani Tak Lagi Sulit Akses Pupuk Bersubsidi, Cukup Bawa KTP appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga memastikan bahwa petani di Purbalingga tidak akan lagi kesulitan dalam mengakses pupuk bersubsidi. Hal ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, saat menghadiri kegiatan Panen Raya Lumbung Pangan Baznas di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Senin (5/5/25).

Wabup Dimas menyampaikan bahwa kini petani tidak lagi diwajibkan menggunakan kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebagai gantinya, cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), petani sudah bisa menebus pupuk bersubsidi.

“Mekanisme pembelian pupuk bersubsidi tidak harus lagi menggunakan kartu tani, cukup membawa KTP. Ini adalah bentuk fleksibilitas yang diberikan pemerintah agar petani lebih mudah mendapatkan pupuk,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini harus segera diketahui oleh seluruh petani, sehingga tidak ada lagi yang terhambat karena prosedur administratif. “Saya menghimbau kepada Kepala Dinas Pertanian Purbalingga untuk segera mensosialisasikan informasi ini ke seluruh petani, bahwa sekarang untuk membeli pupuk bersubsidi cukup dengan KTP saja,” tegasnya.

Tak hanya soal kemudahan administrasi, Wabup Dimas juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah meningkatkan kuota pupuk bersubsidi secara signifikan pada tahun ini.

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Dirjen dari Kementerian Pertanian, bahwa kuota pupuk bersubsidi tahun ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2024. Ini kabar yang sangat menggembirakan bagi kita semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Akhmad Musyafak, turut menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo SUbianto.

“Cukup dengan KTP untuk menebus pupuk. Tidak boleh ada yang mempersulit. Bahkan kalau petani sudah tua dan jarak penebusan jauh, bisa diwakilkan. Semangat presiden itu mempermudah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga menetapkan bahwa seluruh gabah kering panen milik petani wajib dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram, tanpa syarat tambahan. “Gabah petani harus dibeli Rp6.500, tidak ada lagi syarat kadar air dan sebagainya,” kata Akhmad. (dhs/Kominfo)

The post Wabup Dimas Pastikan Petani Tak Lagi Sulit Akses Pupuk Bersubsidi, Cukup Bawa KTP appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/wabup-dimas-pastikan-petani-tak-lagi-sulit-akses-pupuk-bersubsidi-cukup-bawa-ktp/feed/ 0