Peninggalan Sejarah Archives - Pemerintah Kabupaten Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/category/purbalingga/peninggalan-sejarah/ Purbalingga Baru Thu, 25 Apr 2024 06:20:29 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://www.purbalinggakab.go.id/wp-content/uploads/2017/02/cropped-logo_pbg-32x32.png Peninggalan Sejarah Archives - Pemerintah Kabupaten Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/category/purbalingga/peninggalan-sejarah/ 32 32 JDIH Layanan Informasi Hukum Bagi Masyarakat Purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/jdih-layanan-informasi-hukum-bagi-masyarakat-purbalingga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jdih-layanan-informasi-hukum-bagi-masyarakat-purbalingga&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jdih-layanan-informasi-hukum-bagi-masyarakat-purbalingga https://www.purbalinggakab.go.id/jdih-layanan-informasi-hukum-bagi-masyarakat-purbalingga/#respond Thu, 25 Apr 2024 06:20:29 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=27908 PURBALINGGA, INFO – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) merupakan layanan informasi publik khususnya terkait hukum atau peraturan yang ada di daerah hingga pusat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga sendiri juga telah memiliki layanan JDIH yang bisa diakses oleh masyarakat luas melalui portal www.jdih.purbalinggakab.go.id. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Purbalingga, Suroto mengatakan dalam kegiatan monitoring dan […]

The post JDIH Layanan Informasi Hukum Bagi Masyarakat Purbalingga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA, INFO – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) merupakan layanan informasi publik khususnya terkait hukum atau peraturan yang ada di daerah hingga pusat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga sendiri juga telah memiliki layanan JDIH yang bisa diakses oleh masyarakat luas melalui portal www.jdih.purbalinggakab.go.id.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Purbalingga, Suroto mengatakan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi JDIH oleh Kanwil Kemenkumham Jateng bahwa dalam memberikan informasi hukum kepada masyarakat, JDIH yang digawangi Bagian Hukum Setda Purbalingga senantiasa berkolaborasi dengan OPD lain. OPD yang dimaksud antara lain Sekretariat DPRD, Dinkominfo, dan Dinarspus.

“Komitmen kami adalah bagaimana pelayanan di JDIH ini semakin baik sehingga keterbukaan informasi di bidang hukum semakin tersosialisasi dengan baik, mudah, dan murah, serta agar masyarakat Purbalingga semakin melek hukum,” tuturnya saat memberikan sambutan di Ruang Rapat Gedung A Setda Purbalingga, Kamis (25/4).

Kepala Bidang Hukum Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Deni Kristiawan mengapresiasi JDIH Kabupaten Purbalingga yang memiliki koleksi dokumen langka tahun 1800an yang tersimpan rapi di Perpustakaan Bagian Hukum Setda Purbalingga. Dia juga mengapresiasi pembinaan JDIH Kabupaten Purbalingga hingga ke tingkat desa, dan adanya produk hukum yang sudah diterjemahkan dalam bahasa asing.

“Dalam JDIH itu ada verifikasi dan validasinya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan dan dinyatakan sah, bukan informasi hoax,” pungkasnya. (fph/kominfo)

The post JDIH Layanan Informasi Hukum Bagi Masyarakat Purbalingga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/jdih-layanan-informasi-hukum-bagi-masyarakat-purbalingga/feed/ 0
Kenang Sejarah Desa, Warga Serang Purbalingga Perang Tomat https://www.purbalinggakab.go.id/kenang-sejarah-desa-warga-serang-purbalingga-perang-tomat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenang-sejarah-desa-warga-serang-purbalingga-perang-tomat&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenang-sejarah-desa-warga-serang-purbalingga-perang-tomat https://www.purbalinggakab.go.id/kenang-sejarah-desa-warga-serang-purbalingga-perang-tomat/#respond Sun, 30 Jul 2023 11:01:41 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=24777 PURBALINGGA, INFO – Untuk mengenang sejarah desanya, ratusan warga Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga ikut meriahkan perang tomat di event Festival Gunung Slamet (FGS) ke-6 tahun 2023. Kegiatan tersebut diadakan di halaman parkir area wisata Dlas, Minggu (30/7). Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Purbalingga, Riswanto mengatakan asal-usul nama Desa Serang bermula dari banyaknya jawara yang […]

The post Kenang Sejarah Desa, Warga Serang Purbalingga Perang Tomat appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA, INFO – Untuk mengenang sejarah desanya, ratusan warga Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga ikut meriahkan perang tomat di event Festival Gunung Slamet (FGS) ke-6 tahun 2023. Kegiatan tersebut diadakan di halaman parkir area wisata Dlas, Minggu (30/7).
Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Purbalingga, Riswanto mengatakan asal-usul nama Desa Serang bermula dari banyaknya jawara yang datang ke desa tersebut untuk menguji kesaktian sesepuh desa. Kemudian sesepuh tersebut meladeni keinginan para jawara yang datang dengan mengadakan ujangan atau perang.
“Sesepuh itu didampingi para jawara desa dan pendukung yang selalu mengatakan serang,” tuturnya.
Saking seringnya mengadakan ujangan di Desa Serang, untuk melestarikannya saat ini diganti dengan media tomat. Riswanto melanjutkan, digunakannya tomat yang sudah tidak layak konsumsi sebagai media ujangan tersebut merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan karena melimpahnya hasil pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Dinporapar Purbalingga juga mengumumkan 3 pemenang pada gelar desa wisata. Sebagai juara 3 yakni Desa Panusupan Kecamatan Rembang, juara 2 Desa Tanalum Kecamatan Rembang, dan juara 1 Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang yang akan mewakili Kabupaten Purbalingga berkompetisi dengan desa wisata lain di Provinsi Jateng.
Rudi, warga Desa Serang yang juga peserta mengatakan dengan adanya tradisi perang tomat ini bisa merekatkan persaudaraan khususnya warga satu desa. Selain itu, tradisi yang diadakan setiap tahunnya ini juga bisa menjadi hiburan bagi warga Serang dan wisatawan yang berkunjung ke Dlas.
“Terima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini,” pungkasnya. (fph/kominfo)

The post Kenang Sejarah Desa, Warga Serang Purbalingga Perang Tomat appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/kenang-sejarah-desa-warga-serang-purbalingga-perang-tomat/feed/ 0
Menghidupkan Kembali Ki Arsantaka https://www.purbalinggakab.go.id/menghidupkan-kembali-ki-arsantaka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menghidupkan-kembali-ki-arsantaka&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menghidupkan-kembali-ki-arsantaka https://www.purbalinggakab.go.id/menghidupkan-kembali-ki-arsantaka/#respond Sun, 23 Jul 2023 11:15:09 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=24611 PURBALINGGA INFO – Pada Abad ke-18 yang tertulis dalam beberapa literatur menyebutkan Purbalingga mempunyai tokoh yang bernama Ki Arsantaka yang seyogyanya masyarakat Purbalingga mengingat kembali kiprahnya. “Mau tidak mau ini adalah fakta sejarah bahwa dibawah sadar masyarakat Purbalingga hidup ki Arsantaka, yang kalau tidak di ingatkan kembali makin terlupakan,” kata Agus Sukoco dalam Bedah buku […]

The post Menghidupkan Kembali Ki Arsantaka appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA INFO – Pada Abad ke-18 yang tertulis dalam beberapa literatur menyebutkan Purbalingga mempunyai tokoh yang bernama Ki Arsantaka yang seyogyanya masyarakat Purbalingga mengingat kembali kiprahnya.

“Mau tidak mau ini adalah fakta sejarah bahwa dibawah sadar masyarakat Purbalingga hidup ki Arsantaka, yang kalau tidak di ingatkan kembali makin terlupakan,” kata Agus Sukoco dalam Bedah buku “Wasiat Ki Arsantaka” yang ditulis olehnya, Sabtu (22/07/23).
Agus Sukoco mencoba “menghidupkan kembali” nyawa Ki Arsantaka dalam buku ke-2nya yang menceritakan Arsantaka.

“Bagi saya nomor satu adalah nyawanya, jadi bahwa soal nilai benar dan salah saya memakai pilihan sastra sehingga buku ini tidak bisa dijadikan rujukan kebenaran akademis,” jelasnya.

Gunanto Eko Saputro yang merupakan penggiat sejarah Purbalingga ditugaskan sebagai pembedah buku tersebut. Dia mengatakan buku ini mencoba menghubungkan abad kekosongan pada masa awal sejarah antara wirasaba dan purbalingga yang tidak tercatat dalam berbagai literasi.

“Karena hal tersebutlah mungkin Mas Agus Sukoco memilih kemasan Historical Fiction, akan tetapi saya bisa membayangkan ya begitulah 2 abad sejak peristiwa mrapat hingga lahirnya Purbalingga 23 Juni 1759,” ucap pria yang kerap disapa Igo tersebut.

Igo mengatakan jika buku ini adalah buku yang membangitkan semangat kebanggan kita sebagai warga Purbalingga yang sejarahnya sudah sangat tua dan lebih dulu ada daripada sejarah wilayah “ngapak” yang lainnya.

“Seorang sejarawan Belanda bernama Van der Meulen menyebutkan bahwa di lereng timur Gunung Slamet lah peradaban pertama Jawa berdiri pada Abad pertama Masehi,” tuturnya.

Dalam acara bedah buku ini juga menghadirkan keturunan dari Ki Arsantaka itu sendiri yang saat ini secara kebetulan menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Purbalingga yaitu H.R. Bambang Irawan.

“Saya berterimakasih dengan yang hadir pada saat ini khususnya untuk tidak melupakan sejarah. Karena bagaimanapun sejarah adalah merupakan bagian dari perjalanan yang tidak boleh dilupakan,” ucapnya.

Dengan momentum ini pria yang kerap disapa Mas Bei tersebut mengusulkan jika tokoh-tokoh Purbalingga harus mulai di inventarisir dan diberikan penghargaan dengan menyematkan nama beserta gelarnya dalam nama jalan dan nama gedung-gedung atau ruang yang ada di Pemerintahan Purbalingga.

“Menurut kami ini bagian dari pemeliharaan kita untuk menghargai para pendahulu. Bagian dan hal kecil tersebut bisa ditinggalkan untuk anak cucu kita,” tambahnya.

Ia berharap dengan adanya buku ini akan melahirkan rasa kecintaan yang luar biasa untuk Purbalingga, dan semoga berdampak pada kemajuan Purbalingga itu sendiri. (an/komin)

The post Menghidupkan Kembali Ki Arsantaka appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/menghidupkan-kembali-ki-arsantaka/feed/ 0
Dapat Dukungan Banyak Dari Bupati, Onje Kukuh Jadi Desa Wisata Religi https://www.purbalinggakab.go.id/dapat-dukungan-banyak-dari-bupati-onje-kukuh-jadi-desa-wisata-religi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dapat-dukungan-banyak-dari-bupati-onje-kukuh-jadi-desa-wisata-religi&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dapat-dukungan-banyak-dari-bupati-onje-kukuh-jadi-desa-wisata-religi https://www.purbalinggakab.go.id/dapat-dukungan-banyak-dari-bupati-onje-kukuh-jadi-desa-wisata-religi/#respond Mon, 15 May 2023 06:00:20 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=23722 PURBALINGGA, INFO- Siapa yang tak kenal dengan Desa Onje? Wilayah yang kental dengan nuansa budaya masa lalu dan religiusitas ini dikenal dengan keunikannya pada sisi budaya dan religi jika ditilik dari arus utama yang ada. Ada situs masa lalu yang hingga sekarang masih bertahan dan dikunjungi banyak orang. Ditemui seusai acara silaturahmi dan Halal Bi […]

The post Dapat Dukungan Banyak Dari Bupati, Onje Kukuh Jadi Desa Wisata Religi appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA, INFO- Siapa yang tak kenal dengan Desa Onje? Wilayah yang kental dengan nuansa budaya masa lalu dan religiusitas ini dikenal dengan keunikannya pada sisi budaya dan religi jika ditilik dari arus utama yang ada. Ada situs masa lalu yang hingga sekarang masih bertahan dan dikunjungi banyak orang.

Ditemui seusai acara silaturahmi dan Halal Bi Halal Aparatur di Kecamatan Mrebet dengan Pemkab Purbalingga, Senin (15/5/2023) di Pendopo Kecamatan Mrebet, Kepala Desa Onje Kecamatan Mrebet, Mugi Ari Purwono mengatakan, wisata religi di Desa tersebut makin menjadi pilihan karena perhatian dari Pemkab Purbalingga. Pada acara yang juga dihadiri Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, SE., B.Econ., MM itu, Kades Onje tersebut mengatakan banyak wisatawan religi yang datang ke Onje karena wilayah tersebut sudah mendapat sentuhan dari Pemkab sehingga wilayah Onje menjadi makin menarik dan nyaman untuk dikunjungi.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bupati karena pada beberapa waktu lalu mendapatkan hibah Rp 10 juta untuk lebih menguatkan wisata religi Onje,” katanya.

Tak hanya dana hibah, di tahun 2021, Onje juga mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 100 juta. Makam Adipati Onje, Masjid Sayyid Kuning dan budaya khas mendapat perhatian. Kepala Desa Onje mengaku banyak wisatawan bahkan dari luar Purbalingga yang datang ingin berziarah ke beberapa tempat di Onje.

“Di beberapa tempat, banyak dikunjungi oleh peziarah dari luar daerah. Makam Adipati Onje, Masjid Sayyid Kuning itu menjadi ikon wisata di Onje,” ujarnya.

Sebagai informasi, Onje merupakan Kadipaten atau pusat pemerintahan di masa lalu. Onje juga dikenal karena keunikannya yang lain seperti komunitas Aboge (Alip Rebo Wage) yang hingga sekarang masih exist. Ada festival menarik yaitu grebeg Onje yang diadakan setiap bulan Sya’ban dan sebelum adanya Pandemi, grebeg Onje bahkan menjadi agenda rutinan di Kabupaten Purbalingga.

“Kami harap wisata lain juga akan mengikuti geliatnya sehingga dampaknya akan semakin meluas,” pungkasnya. (LL/Kominfo).

The post Dapat Dukungan Banyak Dari Bupati, Onje Kukuh Jadi Desa Wisata Religi appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/dapat-dukungan-banyak-dari-bupati-onje-kukuh-jadi-desa-wisata-religi/feed/ 0
Moral Bangsa Harus Dijaga https://www.purbalinggakab.go.id/moral-bangsa-harus-dijaga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=moral-bangsa-harus-dijaga&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=moral-bangsa-harus-dijaga https://www.purbalinggakab.go.id/moral-bangsa-harus-dijaga/#respond Thu, 30 Mar 2023 01:21:49 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/?p=23342 PURBALINGGA, INFO- Menjaga moral anak bangsa Indonesia pada masa sekarang adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal tersebut disampaikan Ibu negara (1999-2001) Dr. (HC) Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum atau istri  Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid atau Gusdur, saat memberikan ceramah kebangsaan di hadapan para jama’ah Masjid Wali Perkasa Desa pekiringan Kecamatan Karangmoncol, Rabu […]

The post Moral Bangsa Harus Dijaga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
PURBALINGGA, INFO- Menjaga moral anak bangsa Indonesia pada masa sekarang adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal tersebut disampaikan Ibu negara (1999-2001) Dr. (HC) Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum atau istri  Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid atau Gusdur, saat memberikan ceramah kebangsaan di hadapan para jama’ah Masjid Wali Perkasa Desa pekiringan Kecamatan Karangmoncol, Rabu (29/3/2023).

Dia mengatakan, hari-hari ini pemberitaan diisi oleh hiruk pikuk yang mengindikasikan degradasi moral bangsa seperti banyaknya perkosaan terhadap balita, anak bahkan lanjut usia. Selain itu, pembunuhan dan pembuangan bayi oleh orang tuanya menjadi indikasi lain bahwa sekarang ini jiwa manusia kering kerontang dan perlu perbaikan.

“Saya prihatin kekerasan yang bersifat moral masih ada di negara ini. Saya mengajak anak bangsa agar memperbaiki moral agar jati diri bangsa tetap terjaga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai kebhinekaan. Agama, suku, ras dan antar golongan yang berbeda diharapkan menjadi keindahan Indonesia dan jangan sampai itu menjadi sumber perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

“Ada yang tetangganya batak?, ada yang tetangganya cina? Ada yang tetangganya madura? Saya harapkan kita semua saling menghargai dan menjaga persatuan serta kesatuan,” ujarnya.

Bupati Purbalingga,  Dyah Hayuning Pratiwi, SE., B.Econ., MM dalam sambutannya berharap kedatangan ibu negara Sinta Nuriyah Wahid mendatangkan keberkahan bagi Kabupaten Purbalingga. Selain itu, dirinya berharap petuah kebangsaan menjaga persatuan dan kesatuan negara bisa dipegang teguh oleh setiap warga negara.

“Semoga dengan kedatangan beliau bisa mendatangkan keberkahan bagi Purbalingga dan semoga kita bisa bisa memegang teguh persatuan dan kesatuan,” tutur Bupati. (LL/Kominfo).

The post Moral Bangsa Harus Dijaga appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
https://www.purbalinggakab.go.id/moral-bangsa-harus-dijaga/feed/ 0
Bupati Buka Grebeg Onje 2017 https://www.purbalinggakab.go.id/bupati-buka-grebeg-onje-2017/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bupati-buka-grebeg-onje-2017&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bupati-buka-grebeg-onje-2017 Thu, 18 May 2017 01:04:47 +0000 https://www.purbalinggakab.go.id/v1/?p=4094 Purbalingga, Dinkominfo – Bupati Purbalingga, Tasdi membuka Grebeg Onje 2017, Rabu (17/05/2017) di Halaman Pendopo Puspa Jaga, Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Bupati berencana menjadikan Grebeg Onje  menjadi event tahunan. “Selamat untuk warga Desa Onje yang tahun ini merayakan Gebeg Onje pertama kalinya, kami akan terus agendakan dan ditingkatkan,” katanya. Tasdi berharap masyarakat lebih mengenal […]

The post Bupati Buka Grebeg Onje 2017 appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>

Purbalingga, Dinkominfo – Bupati Purbalingga, Tasdi membuka Grebeg Onje 2017, Rabu (17/05/2017) di Halaman Pendopo Puspa Jaga, Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Bupati berencana menjadikan Grebeg Onje  menjadi event tahunan. “Selamat untuk warga Desa Onje yang tahun ini merayakan Gebeg Onje pertama kalinya, kami akan terus agendakan dan ditingkatkan,” katanya.

Tasdi berharap masyarakat lebih mengenal sejarah kabupaten Purbalingga dari Grebeg Onje. “Jadi Grebeg Onje tidak sekedar seremoni saja, ada esensinya, ada  aspek historis dan aspek teleskopisnya, masyarakat harus tahu sejarah Kabupaten Purbalingga,“ katanya.

Bupati menjelaskan ada nilai historis yang harus digali di Desa Onje. “Melalui Grebeg Onje akan kita kupas sejarah Desa Onje yang merupakan Desa Tertua  yang berpengaruh lahirnya Kabupaten Purbalingga,” ungkapnya.

Bupati mengatakan Pemkab Purbalingga bekomitmen untuk terus memajukan Desa Tertua di Kabupaten Purbalingga tersebut. “Nantinya akan dibuat sebuah buku Sejarah Onje Terhadap Berdirinya Kabupaten Purbalingga, Kedepan Desa Onje akan dijadikan Kecamatan Onje,” ungkapnya.

Koordinator Pengelola Grebeg Onje Yudhia Patriana mengatakan diselengarakannya Grebeg Onje untuk mengingatkan kita  bahwa Onje pernah menjadi sebuah kadipaten yang melahirkan para pemimpin Kabupaten Purbalingga. “Selain napak tilas sejarah, Grebeg Onje merupakan kegembiraan warga Desa Onje dan Purbalingga dalam menyambut datangnya bulan Ramadan,” ungkapnya.

Kepala Desa Onje, Budi Triwibowo mengatakan Grebeg Onje salah satu upaya untuk mengembangkan budaya yang ada di Desa Onje. “Hari Kamis, ada Ritual Belik Pitu, nantinya Bupati, Kepala Desa juga ikut mandi di Belik Pitu,” katanya.

Setelah membuka Grebek Onje 2017, Bupati Tasdi melakukan ziarah kubur ke Makam Adipati Onje, mencuci muka di Belik Domas, mengunjugi Pohon Belimbing Tua, Jembatan Putih dan Cagar Budaya Acra Batu.   (dalp)

The post Bupati Buka Grebeg Onje 2017 appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
Sejarah https://www.purbalinggakab.go.id/sejarah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sejarah&utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sejarah Thu, 31 Dec 2009 22:35:11 +0000 http://localhost/purbalinggakab/2009/12/31/sejarah/ Sebuah nama yang pasti tidak akan tertinggal ketika membicarakan sejarah Purbalingga adalah Kyai Arsantaka, seorang tokoh yang menurut sejarah menurunkan tokoh-tokoh Bupati Purbalingga.Kyai Arsantaka yang pada masa mudanya bernama Kyai Arsakusuma adalah putra dari Bupati Onje II. Sesudah dewasa diceritakan bahwa kyai Arsakusuma meninggalkan Kadipaten Onje untuk berkelana ke arah timur dan sesampainya di desa […]

The post Sejarah appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>
Sebuah nama yang pasti tidak akan tertinggal ketika membicarakan sejarah Purbalingga adalah Kyai Arsantaka, seorang tokoh yang menurut sejarah menurunkan tokoh-tokoh Bupati Purbalingga.Kyai Arsantaka yang pada masa mudanya bernama Kyai Arsakusuma adalah putra dari Bupati Onje II. Sesudah dewasa diceritakan bahwa kyai Arsakusuma meninggalkan Kadipaten Onje untuk berkelana ke arah timur dan sesampainya di desa Masaran  (Sekarang di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara) diambil anak angkat oleh Kyai Wanakusuma yang masih anak keturunan Kyai Ageng Giring dari Mataram. Pada tahun 1740 ? 1760, Kyai Arsantaka menjadi demang di Kademangan Pagendolan (sekarang termasuk wilayah desa Masaran), suatu wilayah yang masih berada dibawah pemerintahan Karanglewas (sekarang termasuk kecamatan Kutasari, Purbalingga) yang dipimpin oleh Tumenggung Dipayuda I. Banyak riwayat yang menceritakan tenang heroisme dari Kyai Arsantaka antara lain ketika terjadi perang Jenar, yang merupakan bagian dari perang Mangkubumen, yakni sebuah peperangan antara Pangeran Mangkubumi dengan kakaknya Paku Buwono II dikarenakan Pangeran mangkubumi tidak puas terhadap sikap kakanya yang lemah terhadap kompeni Belanda.

Dalam perang jenar ini, Kyai Arsantaka berada didalam pasukan kadipaten Banyumas yang membela Paku Buwono. Dikarenakan jasa dari Kyai Arsantaka kepada Kadipaten Banyumas pada perang Jenar, maka Adipati banyumas R. Tumenggung Yudanegara mengangkat putra Kyai Arsantaka yang bernama Kyai Arsayuda menjadi menantu. Seiring dengan berjalannya waktu, maka putra Kyai Arsantaka yakni Kyai Arsayuda menjadi Tumenggung Karangwelas dan bergelar Raden Tumenggung Dipayuda III.Masa masa pemerintahan Kyai Arsayuda dan atas saran dari  ayahnya yakni Kyai Arsantaka yang bertindak sebagai penasihat, maka  pusat pemerintahan dipiindah dari Karanglewas ke desa Purbalingga yang diikuti dengan pembangunan pendapa Kabupaten dan alun-alun. Nama Purbalingga ini bisa kita dapati didalam kisah-kisah babad. Adapun Kitab babad yang berkaitan dan menyebut Purbalingga diantaranya adalah Babad Onje, Babad Purbalingga, Babad Banyumas dan Babad Jambukarang. Selain dengan empat buah kitap babat tsb, maka dalam  merekonstruksi sejarah Purbalingga, juga melihat arsip-arsip peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang tersimpan dalam koleksi Aarsip Nasional Republik Indonesia.Berdasarkan sumber-sumber diatas, maka melalui Peraturan daerah (perda) No. 15 Tahun 1996 tanggal 19 Nopember 1996, ditetapkan bahwa hari jadi Kabupaten Purbalingga adalah 18 Desember 1830 atau 3 Rajab 1246 Hijriah atau 3 Rajab 1758 Je.

PENINGGALAN SEJARAH
Selain kekayaan budaya dan beberapa macam upacara tradisional, di Purbalingga terdapat berbagai peninggalan sejarah purbakala. Benda- benda purbakala tersebut tersebar di wilayah Purbalingga, antara lain :

1. BATU LINGGA

Berada di desa Candinata Kecamatan Kutasari + 8 km dari kota Purbalingga, merupakan penginggalan nenek moyang.

2. BATU LINGGA dan GUA GENTENG

Berada di desa Candinata Kecamatan Kutasari + 8 km dari kota Purbalingga. Gua ini letaknya di lereng bukit terbentuk dari lelehan lava yang membeku, gua ini kadang-kadang dikunjungi oleh orang-orang yang ingin bersemedi.

3. GIRI CENDANA

Berada di desa Kojongan kecamatan Bojongsari + 5 km dari kota Purbalingga. Merupakan makam Bupati Purbalingga yang bergelar Adipati Dipokusumo, Adipati Dipokusumo ini memegang tapuk pimpinan pemerintahan Kabupaten Purbalingga, yaitu Dipokusumo II,III, IV, V dan VI, sedangkan adipati yang pertama adalah Raden Tumenggung Dipayuda III, yang mulai memerintah pada saat ditetapkannya KabupatenPurbalingga pada tanggal 18 Desember 18830.

4. GOMBANGAN

Berada di Dukuh Brubahan Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari + 5 km ke utara dari arah kota purbalingga. Merupakan tempat mandi yang berupa sumber mata air dan ramai dikunjungi pada malam hari, terutama pada malam jum?at kliwon. Menurut kepercayaan masyarakat, mata air tersebut dapat memberikan tuah bagi yang mandi ditempat ini dan konon awet muda, dapat mendapatkan jodoh dan naik derajat.

5. SENDANG / PETIRTAAN

Berada di desa Semingkir, Kecamatan Kutasari + 7 km dari kota Purbalingga. Sendang ini konon dapat memberikan tuah bagi yang mempercayainya. Di kunjungi pada malam malam tertentu.6. MAKAM KYAI WILAH   Berada di desa Karangsari kecamatan Kalimanah + 5 km dari kota Purbalingga. Merupakan tokoh beragama islam yang cukup berpengaruh. Tempat ini sering dikunjungi orang-orang yang ingin mendoakan dan mengharap berkah dan dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

7. BATU LINGGA, YONI dan PALUS

Berada di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon + 14 km dari kota Purbalingga. Merupakan peninggalan pada masa hindu.

8. MAKAM NARASOMA

Berada di kelurahan Purbalingga Lor kecamatan Purbalingga9. ARDI LAWET   Berada di Desa Panusupan Kecamatan Rembang + 30 km dari kota Purbalingga. Merupakan obyek wisata ziarah, karena sebagian besar pengunjungnya adalah para peziarah yang menginginkan berkah dari syekh Jambu Karang, seorang tokoh penyebar agama Islam di daerah Kab. Purbalingga. Di tempat ini terdapat kuku dan rambut Syekh Jambu Karang yang dikeramatkan. Hari-hari ramai adalah Rabu Pon, karena menjelang malam Jum?at kliwon atau Kamis Wage diadakan upacara buku klambu dan yang paling ramai dikunjungi adalah Rabu Pon Bulan Suro. Untuk mencapai lokasi ke Ardi Lawet dapat ditempuh melalui dua jalur yaitu :   ? Purbalingga ? Bobotsari ? Karanganyar ? Karangmoncol ? Rajawana ? Panusupan ? Ardi Lawet   ? Purbalingga ? Kaligondang ? Pengadegan ? Rembang ? Rajawana ? Panusupan ? Ardilawet

The post Sejarah appeared first on Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

]]>