
Direktur bank sampah Bestari, Yulianto Timur Priyangga mengatakan, kunci pengelolaan bank sampah berada pada proses pemilahan sampahnya itu sendiri. Selama ini bank sampah Bestari menjalin kerjasama dengan BNI. Sehingga, setiap rupiah sampah yang disetor warga langsung masuk ke rekening masing-masing. Nasabah bank sampah Bestari bukan saja dari masyarakat di perumahan Selabaya Indah, tetapi banyak masyarakat luar perumahan yang ikut gabung dalam bank sampah Bestari.
“Nasabahnya bukan hanya masyarakat perumahan, tetapi luar perumahan bahkan luar desa, karena mereka tertarik dengan kondisi bank sampah Bestari.” katanya.
Dituturkan Yulianto, bank sampah Bestari akan dijadikan sebagai bank sampah percontohan (pilot-project) pusat pendidikan dan pengembangan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Oleh karenanya ke depan akan dilengkapi dengan gasebo sebagai ruang pertemuan. Gasebo akan dibangun dengan ukuran 9 X 9 meter berada di atas kolam ikan. Kolam dan lahan pekarangan yang akan dibangun untuk gasebo merupakan lahan atau fasilitas umum untuk wilayah perumahan.
“Kami punya lahan untuk pengembangan yang saat ini ada kolam ikannya. Rencananya, diatas kolam akan dibangun gasebo, sekaligus dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pertemuan, untuk posyandu maupun sebagai pengambangan perpustakaan masyarakat.” jelasnya.
Selama ini bank sampah Bestari tidak saja menjual sampah secara langsung, namun juga mengubah sampah untuk dijadikan pupuk organik dan mebelair.
Pemberian kendaraan roda tiga sebagai alat angkut sampah kepada bank sampah Bestari, karena bank sampah ini cukup aktif dan memiliki banyak prestasi maupun penghargaan. Bupati Tiwi berharap bank sampah Bestari menginspirasi bank-bank sampah yang lain.
“Sudah layak ketika pemerintah memberikan bantuan bagi bank sampah Bestari ini karena memiliki banyak prestasi yang membanggakan,” tutur Bupati Tiwi saat penyerahan kendaraan roda tiga.(umg/humasprotokol)



