
“Setelah pengecekan ada beberapa bangunan yang rusak, ini sedang mulai diinventarisir dan inshaallah dalam waktu seminggu ke depan sudah ada perbaikan. Sehingga seminggu ke depan Sanggaluri sudah efektif kembali untuk membuka wahananya untuk para wisatawan,” katanya.
Walaupun berdampak pada bangunan dan pohon tapi menurutnya tidak berpengaruh signifikan. Kerusakan hanya terjadi pada ruang pamer reptile dengan kondisi atap yang terlepas dan plafon ambruk.
Disamping itu juga satu pohon tumbang dan menyebabkan kerusakan gazebo. Kerugian seluruhnya mencapai Rp 300 juta.
“Mengingat musim penghujan dan adanya beberapa kejadian-kejadian bencana yang akhir-akhir ini terjadi di Purbalingga. Saya menghimbau agar masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, M Umar Fozi MKes mengungkapkan, selain Sanggaluri Park sejumlah rumah warga sekitar juga turut terdampak angin kencang dan mengalami rusak ringan khususnya di Kecamatan Kutasari.
“Di Desa Munjul ada 85 rumah dan 1 gudang kayu rusak ringan, sedangkan di Desa Kutasari ada 45 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak sedang. Total kerugian mencapai Rp 39,1 juta,” katanya.(Gn/Humas)





