
Sugeng mengatakan, dana tersebut didapat dari umat selama delapan bulan dengan berbagai metode seperti mereka datang sendiri ke LazisMu Baitul Mu’min maupun penjemputan. Menurutnya, kesadaran umat untuk berzakat, berinfaq dan bershodaqoh makin tinggi dan itu bisa menjadi solusi alternatif untuk permasalahan yang sedang dihadapi umat seperti kemiskinan.
“Terkumpul Rp 112.234.000 selama delapan bula ini. Kesadaran untuk berzakat, berinfaq dan bershodaqoh dari umat menemui trend yang baik sehingga ini bisa menjadi solusi permasalahan di tengah umat seperti kemiskinan,” kata Sugeng.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur LazisMu Purbalingga dalam sambutannya menuturkan, program-program LazisMu tersebut merupakan program yang dimaksudkan agar masjid menjadi pilot project pemberdayaan umat dan hal tersebut dibuktikan dengan adanya layanan LazisMu di masjid Baitul Mu’min Bobotsari.
“Masjid diharapkan mampu menjadi pilot project bagi pemberdayaan masyarakat sehingga kami membuat program-program dengan arah perencanaan seperti itu,” ujar Andi.
Tabligh Akbar disampaikan oleh Ustadz Syarifuddin yang menyampaikan keutamaan bulan Muharam dan menekankan pentingnya beramal saleh khususnya zakat, infaq dan shodaqoh. Motivasi diberikan Syarifuddin dengan berujar zakat merupakan rukun Islam ke-3 dan kewajiban tersebut harus ditunaikan apabila seseorang telah sampai pada ketentuan yang telah ditetapkan sebagai kewajiban.
“Mari belajar untuk mengamalkan rukun Islam ke-3 yaitu menunaikan zakat sehingga kita tahu aturan-aturan yang terkandung di dalamnya,” pungkasnya. (KP-4).





