
“Kami bersama masyarakat telah membuat jembatan darurat dengan kayu. Meski belum aman namun jembatan ini sudah dapat digunakan lagi oleh masyarakat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga Muchammad Umar Faozi saat mendampingi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) meninjau jembatan dan talud longsor di desa itu, Minggu (5/4).
Selain jembatan ambrol, di desa yang sama juga mengalami talud longsor tepatnya di wilayah RT 3 RW 3. Hujan deras dan tingkat kemiringan talud yang terjal menjadikan talud jalan setinggi 30 meter longsor dan mengancam badan jalan.
“Untuk jembatan yang runtuh bisa dilakukan penanganan darurat dengan jembatan knockdown BPBD. Atau jika akan dilakukan penanganan permanen kami rekomendasikan untuk menggunakan anggaran dana desa dengan tafsiran kebutuhan biaya hanya Rp 180 juta,” jelasnya.
Sedangkan untuk talud longsor, lanjut Faozi, dapat dilakukan penanganan darurat dengan memasang bronjong di titik paling bawah tebing dan penanaman bambu ampel untuk memperkuat daya dukung tanah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tiwi yang didampingi suami Rizal Diansah menyerahkan sejumlah bantuan dari pemda dan BPBD kepada kepala desa setempat. Bantuan juga diberikan untuk sejumlah posko gugus tugas penanganan covid-19 di desa Brakas Kecamatan Karanganyar dan Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari. (Hr/humaspurbalingga)





