
Berdasarkan hasil monitoring, seluruh kegiatan fisik dapat dikerjakan sebagaimana mestinya. “Alhamdulillah kegiatan fisik bisa terselesaikan semuanya tanpa adanya putus kontrak dan sebagainya. Jadi di penghujung tahun ini kegiatan 2020 bisa berjalan baik dan lancar,” katanya.
Monitoring kali ini juga sekaligus survei lokasi tersebut untuk menentukan bagaimana rencana pembangunan/kebijakan selanjutnya. Salah satunya Puskesmas Kalikajar, gedung yang dibangun dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Dengan gedung yang lebih luas ini diharapkan ada peningkatan pelayanan, jika dulu belum bisa rawat inap, kali ini diharapkan bisa rawat inap, yang dulu belum bisa melayani persalinan, kali ini diharapkan bisa melayani persalinan,” katanya.(Gn/Humas)





